PENGANTAR T ahun 2007 Jaringan Advokasi Jugun Ianfu telah memasuki tahun ketiga sejak gelombang pertama gerakan advokasi kolektif menjelang pengadilan rakyat di Tokyo tahun 2000. Sesungguhnya ada kurun waktu empat tahun kevakuman gerakan sosial untuk membangun kesadaran kolektif secara masif di Indonesia mengenai isu Jugun Ianfu. Arus gelombang gerakan sosial 2000 lenyap ditelan bumi, meski 2001 dunia internasional memperoleh kemenangan mutlak atas keputusan bersalah Tenno HIROHITO pada peristiwa bersejarah pengadilan rakyat di The Hague 2001. Namun gerakan sosial yang seharusnya menggaungkan kemenangan perjuangan survivor Jugun Ianfu tetap senyap di ruang publik Indonesia. Gerakan sosial gelombang kedua mulai berdenyut kembali pada 17 Januari 2005, ditandai dengan terbentuknya Jaringan Advokasi Jugun Ianfu oleh para aktivis generasi muda di Jakarta. Sejumlah aktivis, baik yang mewakili lembaga maupun yang datang secara personal berupaya membangun dan menata puing-puing reruntuhan advokasi Jugun Ianfu Indonesia dari gelombang pertama. Pada gelombang kedua ini, Jaringan Advokasi Jugun Ianfu tidak terhindari mengalami pengikisan kekuatan ditandai dengan melemahnya dukungan karena komposisi kelompok dan individu yang berjaringan mulai tumbang satu persatu. Salah satu penyebabnya adalah karena ketidaktahanan ix |

Select target paragraph3