80 Konfl ik Agrar i a Ma sya r akat H ukum A dat Ata s W i layahnya di K awa s a n Hu ta n paksa dan kemudian mereka menggunakan tempat tersebut sebagai tempat peristirahatan.56 Pada hari itu, tanggal 21 Desember 2013 tepatnya pukul 14.00 WIB, salah seorang tetangga Ketang, yaitu Bapak Her melihat api yang berasal dari dangau Ketang. Heri, Aji, dan kawan-kawan yang lain datang ke lokasi tersebut, lalu bertanya kepada Mitra Polhut mengapa mereka membakar dangau Ketang. Mitra Polhut menyatakan bahwa mereka tidak membakar rumah tersebut. Namun, api berkobar melalap dan menghabiskan dangau milik Ketang beserta isinya. Mitra Polhut kemudian berlalu dari tempat tersebut, masyarakat menghentikan langkah Mitra Polhut dan bertanya hendak ke mana yang dijawab akan mendirikan tenda. Masyarakat pun turut kembali ke rumah masingmasing. Salah seorang masyarakat adat, Heri, berupaya memantau aktivitas Mitra Polhut karena ia khawatir akan terjadi pembakaran lain. Her melihat mereka kembali memasuki paksa rumah salah satu masyarakat adat, yaitu rumah Oyong. Akhirnya Heri mendata namanama Mitra Polhut dan kembali menanyakan tujuan Mitra Polhut. Her mendapat jawaban : Kami akan melakukan operasi gabungan bersama Kepala Bidang TNBBS Register 25, Polisi sektor Nasal Kabupaten Kaur, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kaur, Pam Swakarsa, Polisi Kehutanan TNBBS, yang kemungkinan besar mereka akan datang malam nanti (Asmala dewi dan Midi, Wawancara, Pertengahan Juli 2014). Heri pulang kembali ke rumahnya. Esoknya, 22 Desember 2013 tepatnya pukul 11.00 WIB masyarakat adat yang berada di Talang Cemara menerima kedatangan Tim Polres Kaur dan sempat berdiskusi dengan Polres Kaur terkait operasi gabungan di wilayah adat Suku Semende Dusun Lame Banding Agung. Pascadiskusi, Heri bersama masyarakat lainnya mengantarkan tim Polres Kaur tersebut ke pos operasi karena tim mengetahui tempat mitra Polhut membuat posko. Ketika usai mengantarkan tim tersebut, masyarakat dikejutkan oleh kepulan asap dari pembakaran dangau masyarakat adat Suku Semende Dusun Lame Banding Agung yang dilakukan oleh pihak Polhut. Heri dan seluruh penduduk laki-laki yang tinggal di Talang Cemara langsung menuju lokasi pembakaran. Polhut mencabut golok dan 56 Wawancara dengan Asmala Dewi di Sawang, Kaur dan Midi di tahanan di Kaur, dilakukan pada sekitar Juli 2014.

Select target paragraph3