64 Konfl ik Agrar i a Ma sya r akat H ukum A dat Ata s W i layahnya di K awa s a n Hu ta n tersebut karena masyarakat adat Banding Agung Semende dianggap sebagai “perambah.” Perempuan Banding Agung Semende menuturkan, biasanya dari 1 Ha lahan mereka mendapatkan sedikitnya 1 ton kopi. Jumlah tersebut ditentukan perawatan yang dilakukan terhadap tanaman. Dengan kalkulasi harga yang diberikan tengkulak, maka dalam setiap hektar kopi, masyarakat adat akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp15.000.000,-. Perhitungan tersebut merupakan penghasilan kotor di luar biaya produksi dan biaya mengupah pemutil kopi. Biasanya perhitungan masyarakat adat, setiap tahunnya mereka mendapatkan pendapatan bersih per hektar saat panen raya sebesar Rp8.000.000,-. Bila mereka memiliki 2,5 Ha kebun kopi sesuai peraturan adat Banding Agung Semende, maka setidaknya penghasilan kotor masyarakat adat per keluarga sebesar Rp37.500.000,-. Sedangkan penghasilan bersih mereka sebesar Rp18.000.000,-. Jika dirata-rata, dari panen raya saja masyarakat adat mendapatkan penghasilan sebesar Rp1.500.000,- per bulannya. Pekerjaan merawat kopi umumnya dilakukan harian. Biasanya perawatan dilakukan pada bulan Juli hingga Januari setiap tahunnya. Pekerjaan merawat itu, antara lain serut, menyemprot, nunas, membuang ranting mati, dan panen selang. Serut adalah pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh laki-laki. Sementara menyemprot adalah pekerjaan menyemprotkan pestisida agar tanaman tidak terkena penyakit, khususnya jamur. Jamur, benalu, dan virus sering menyebabkan kopi tidak menhasilkan buah dengan baik, menyebabkan kerusakan, serta kematian pada kopi sehingga harus dirawat dan disemprot pestisida. Biasanya pekerjaan menyemprot ini dilakukan oleh lak-laki. Perempuan mengambil peran perawatan dengan melakukan pekerjaan nunas. Nunas adalah melakukan pemotongan pada batang agar tunas baru tumbuh. Biasanya nunas dilakukan 2 bulan sekali oleh perempuan. Pekerjaan lain yang dilakukan oleh perempuan, yaknimembuang ranting-ranting mati. Hal ini dilakukan sekali dalam setahun. Dari ranting mati yang dibuang ini, akan tumbuh batang baru yang akan menjadi cikal-bakal untuk panen raya setahun berikutnya. Panen selang sendiri adalah panen yang dilakukan pada masa selang setelah panen raya menuju panen raya berikutnya. Biasanya berupa sisa-sisa kopi dari panen raya. Dari panen selang inilah kebutuhan sehari-hari perempuan Banding Agung Semende terpenuhi. Sedangkan hasil panen raya biasanya untuk menabung atau mereka proyeksikan untuk kepentingan membuat rumah, biaya sekolah dan membeli peralatan bertani seperti mesin penggiling kopi.

Select target paragraph3