SUMAT E R A
sepakat untuk ”menyita” sinsaw25 yang saat itu digunakan para
pekerja tersebut untuk menebang pohon kemenyan.”
”Pertimbangan kami waktu itu, kalau kami pulang ke kampung
tanpa membawa sinsaw tersebut, maka para pekerja tersebut
akan tetap dengan leluasa melakukan penebangan di areal
tersebut. Maka kami pun menyita sinsaw para pekerja tersebut,
dan sebelum kami meninggalkan tempat tersebut, kami
berpesan: ���Jangan lagi menebangi pohon kemenyan karena ini
milik warga. Kami akan membawa sinsaw ini ke desa sebagai
bukti. Silahkan beritahukan kepada pimpinan kalian dan katakan
supaya pihak TPL yang datang menjemputnya ke desa,” kata
Bapak Sihite.
Bapak Sinambela menambahkan, “Sembari mengumpulkan sinsaw,
saat itu ada 14 unit sinsaw yang mereka sita. Di antara warga ada yang
berinisiatif membuat surat di selembar kertas, semacam bukti tanda
terima pengambilan sinsaw tersebut. Selanjutnya, warga meminta
pekerja dan humas TPL tersebut untuk menandatangani surat tanda
terima tersebut. ”Supaya kami tidak dituduh merampas atau mencuri,”
jelas mereka tentang perlunya surat tanda terima ini. Dan sebelum
pulang ke kampung, mereka kembali menegaskan agar para pekerja
TPL tersebut meninggalkan areal: ”Jangan sampai warga marah dan
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan!”
“Berita tentang penyitaan sinsaw ini pun segera menyebar, baik di
kampung, di desa-desa tetangga. Seorang teman memberitahu melalui
telepon bahwa beritanya juga sudah banyak di koran. Saya juga pernah
ditelepon seseorang yang tidak jelas identitasnya, dengan nada marah
mengintimidasi supaya saya segera menyerahkan sinsaw itu,” ungkap
RA,26 salah seorang petani kemenyan.
“Pihak kepolisian pun berkali-kali berupaya menghimbau pengurus
kelompok agar mengembalikan sinsaw tersebut. Kalau tidak, akan
segera dilakukan penggeledahan ke rumah-rumah warga. Tetapi kami
tetap bertahan dan mengatakan, kami tidak merampas atau mencuri
sinsaw tersebut. Kami akan menyerahkan sinsaw tersebut kalau pihak
TPL yang datang menjemputnya ke desa,” tambah RA.
25
26
Sinsaw adalah kata yang digunakan oleh warga lokal untuk menyebut chainsaw, gergaji mesin,
Identitas sumber dirahasiakan demi keamanannya.
29