Laporan ini merupakan bentuk akuntabilitas Komnas HAM RI terhadap publik yang memperlihatkan wajah Komnas HAM RI yang diharapkan kerap hadir serta cepat tanggap terhadap persoalan HAM di masyarakat. 5. Reviu Laporan Keuangan Reviu laporan keuangan dilakukan dalam upaya mendorong peningkatan kualitas Laporan Keuangan Komnas HAM RI agar sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan peningkatan opini pemeriksaan Laporan Keuangan oleh BPK. Reviu dilaksanakan untuk memberikan keyakinan terbatas atas penyusunan Laporan Keuangan Komnas HAM RI sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Hasil Reviu Laporan Keuangan Komnas HAM RI masih terdapat catatan dari atas kelemahan pengelolaan dan penatausahaan aset dan persediaan. 6. Reviu Rencana Kerja dan Anggaran Reviu dilaksanakan Pengawas Internal untuk meningkatkan kualitas penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) Komnas HAM RI. Pengawas Internal memeriksa akurasi, keandalan, dan keabsahan informasi dalam RKA-K/L telah sesuai dengan RKP, Renja K/L, Pagu Anggaran serta kesesuaian dengan standar biaya dan dilengkapi dokumen pendukung RKA-K/L. 53 7. Reviu Rencana Kebutuhan BMN TA 2020 Reviu yang dilaksanakan setiap tahun berguna untuk melihat kebenaran dan kelengkapan usulan serta kepatuhan terhadap penerapan terhadap perencanaan kebutuhan BMN Komnas HAM RI dan selanjutnya dibahas kembali oleh DJKN bersama APIP. Hasil reviu RK BMN menjadi rujukan untuk usulan anggaran ke Bappenas dan DJA. 8. Reviu Pengelolaan Anggaran dan Pengadaan Barang dan Jasa Reviu dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran kualitas belanja meliputi alokasi anggaran belanja, ketepatan waktu dalam penganggaran dan pelaksanaan. Reviu dibahas bersama BPKP pertriwulan. 9. Reviu LKIP dan Evaluasi SAKIP Memberikan penilaian terhadap faktor objektif pada setiap Biro di Komnas HAM RI dalam mengimplementasikan sistem akuntabilitas kinerja. Hasil reviu LKIP dan evaluasi SAKIP menjadi salah satu bahan penilaian oleh Kemenpar RB. 10. Maturitas SPIP Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) diselenggarakan untuk mencapai tujuan organisasi melalui mitigasi resiko. Penilaian maturitas SPIP dilaksanakan secara mandiri dengan supervisi BPKP untuk mengukur tingkat mitigasi resiko. Nilai maturitas SPIP Komnas HAM RI 2,202 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 1,765. Namun nilai ini masih di bawah target nasional 3. 11. Peningkatan Kapabilitas APIP (IACM) Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dalam rangka Mengawal Akuntabilitas Pembangunan Nasional. Kapabilitas APIP Komnas HAM RI pada level 2 karena struktur Pengawas Internal pada eselon IV sedang obyek audit pada Eselon II. Komnas HAM RI masih di bawah target nasional level 3. 12. Pendampingan Pemeriksaan BPK dan Pemantauan Tindak Lanjut BPK Pengawasan Internal melakukan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh BPK agar Komnas HAM RI dapat menindaklanjuti tepat waktu. Pemenuhan tindak lanjut rekomendasi BPK merupakan salah satu bentuk tata kelola keuangan yang baik. Sampai akhir semester II, tindak lanjut rekomendasi BPK sebanyak 117 telah sesuai rekomendasi, 35 tindak lanjut belum sesuai, dan 62 rekomendasi belum ditindaklanjuti/ atau tidak dapat ditindaklanjuti. 13. Audit Operasional Perwakilan Maluku, Kalimantan Barat, dan Papua Hal ini dilakukan untuk persiapan pemeriksaan oleh BPK. Hasil audit memberikan rekomendasi kepada manajemen untuk memperbaiki kelemahan yang terdapat dalam penerapan struktur pengendalian intern, prosedur operasional dalam rangka meningkatkan efisiensi, keekonomisan dan efektifitas. Audit operasional oleh PI mengutamakan aspek pencegahan dalam pelaksanaan anggaran. 14. Pengawasan Pengadaan CPNS TA 2018 Pengawasan Internal melaksanakan pengawasan pengadaan CPNS Komnas HAM RI untuk memberikan keyakinan bahwa proses dan pengangkatan CPNS berjalan secara Laporan Tahunan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia 2018

Select target paragraph3