Bagi sebagian masyarakat yang terkena program ganti rugi lahan
proyek dan harus berpindah ke daerah lain yang jauh dari lokasi proyek,
maka harus melakukan penyesuaian pada wilayah barunya. Sebagian
masyarakat ini bisa mengalami kesulitan untuk memperoleh lapangan
kerja baru di lokasi yang baru. Umumnya hal ini akan dialami oleh pekerja
di sektor informal dan dapat juga karena kegagalan dalam menyesuaikan
perubahan sosial dalam lingkungan barunya (perubahan pola hidup, perubahan taraf hidup, konflik sosial, dan interaksi/konstruksi/relasi sosial).
Misalnya, masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani di lokasi
lama, maka akan berusaha mencari mata pencaharian yang sejenis misalnya dengan membeli lahan pertanian baru di daerah baru dari hasil ganti
rugi tanahnya.
Sebagian masyarakat lain mengubah sumber pendapatannya de
ngan bekerja di sektor yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya56.
Tampaknya kajian mengenai dampak relokasi/ pembebasan lahan ternyata ada juga yang berimbas positif. Hal tersebut dapat diungkap Ammy
Pramdani (2007) dalam tesisnya yang meneliti perubahan taraf hidup
rumah tangga pasca relokasi permukiman penduduk di bantaran Sungai
Karang Mumus Samarinda.
Ammy menyebutkan bahwa terdapat perubahan yang cende
rung meningkat pada total pendapatan rumah tangga yang menunjukkan kondisi perekonomian yang semakin membaik 2 tahun setelah pasca
relokasi/pembebasan lahan57.
Dalam pandangan Dr. Darmin Ginting, ahli hukum agraria STIH
Bandung salah satu kunci penyelesaian persoalan kisruh besaran dan
bentuk ganti kerugian adalah pentingnya dilakukan survey sosial ekonomi
sebelum proyek pengadaan tanah dilakukan. Sebagai contoh bahwa nilai
ganti rugi ini harus ada harga pasar dan jangan sampai menyengsarakan
masyarakat terdampak dan hidupnya harus sejahtera dan pemerintah
jangan mempengaruhi hasil survey.
56. Nanang Rianto, 2011, Indikator Perubahan Kesejahteraan Masyarakat Pasca Pembebasan Lahan Untuk Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman,
Jurnal Sosek Pekerjaan Umum, Vol. 3 No. 3
57. Pramdani, Amy. 2007. Tesis: Kajian Perubahan Taraf Hidup Rumah Tangga Pasca
Relokasi Permukiman Penduduk Bantaran Sungai Mumus Samarinda. Institut
Teknologi Bandung
45