Penghambat Utama Ekonomi Tumbuh Tinggi
REPUBLIK
INDONESIA
Regulasi dan Institusi adalah kendala
Penghambat Pertumbuhan
Ekonomi Indonesia (Ilustrasi
Gentong Air)
mengikat bagi pertumbuhan ekonomi
• Regulasi tidak mendukung penciptaan dan
pengembangan bisnis, bahkan cenderung
membatasi, khususnya pada regulasi:
- Tenaga kerja
- Investasi
- Perdagangan
• Kualitas institusi rendah
- Korupsi tinggi dan birokrasi tidak efisien
- Lemahnya koordinasi antarkebijakan
The Most Binding Constraint
Fiskal:
Rendahnya penerimaan perpajakan
Binding Constraint
Bukan Binding Constraint
Future Binding Constraint
(Jika tidak diatasi, akan
menghalangi Indonesia untuk
bersaing di era digital dan
beralih ke manufaktur
bertekonologi tinggi)
Infrastruktur:
Kurang memadai, utamanya konektivitas
Sumber Daya Manusia adalah kendala mengikat bagi
pertumbuhan ekonomi jangka menengah-panjang
(Jika tidak diatasi saat ini, akan menghalangi Indonesia untuk bersaing di era
digital dan beralih ke manufaktur berteknologi tinggi)
*Studi Growth Diagnostics, Bappenas 2018
99
INFRASTRUKTUR MASIH TERBATAS
REPUBLIK
INDONESIA
PENURUNAN STOK INFRASTRUKTUR TERHADAP PDB
KINERJA INFRASTRUKTUR LOGISTIK MASIH RENDAH
laju penurunan melambat, meningkat secara nominal
4,210.2
60
42.5%
3,000
2,000
40
1,000
20
-
as % of GDP
2017
2016
2015
2014
2013
2012
2011
2010
2009
2008
2007
2006
2005
2004
2003
2002
2001
2000
1999
1998
1997
1996
1995
-
Peringkat kinerja infrastruktur logistik
5,000
4,000
80
Capital Stock
Triliun Rp.
Persen (%)
100
26
China
41
32 39 46
Malaysia Thailand
Vietnam Indonesia
60
Filippina
Sumber: Logistic Performance Index, World Bank (2018)
BIAYA LOGISTIK MASIH TINGGI
Berdasarkan Persentase PDB (LHS) dan Rp triliun (RHS)
Sumber: Prospera
STOK INFRASTRUKTUR DI BAWAH RATA-RATA INTERNASIONAL
20%
43% vs rata-rata 70%
57%
58%
58%
64%
71%
Biaya logistik (persentase terhadap PDB)
73%
80%
76%
82%
87%
8% 8% 9% 9%
24%
15%
13% 13% 13% 14%
43%
Indonesia
UK
Canada
India
USA
Germany
Spain
China
Poland
Sumber: World Bank (2015), Mckinsey Global Institute Report (2013)
Italy
South
Africa
10
Hal| 78