89
BAC AAN 1 : HAM DIDALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
celakanya, yang sering terjadi adalah stereotipe yang
negatif yang justru secara
tidak sadar kita terima dan
kita yakini sebagai sesuatu
yang benar, kenyataan
yang se-sungguhnya, yang
begitulah adanya.
itu bertipikal rentenir; semua orang Sunda itu
pemalas; semua orang Madura itu kasar dan
pemarah; semua orang Islam itu terosis, dan
seterusnya.
Stereotipe memang tidak selalu
mengacu pada hal-hal yang negatif. Ada
juga stereotipe yang mengacu pada hal-hal
yang positif. Misalnya, orang Padang dan
orang Cinya yang bermental pedagang itu
sering juga disebut para pekerja keras; orang
Madura walaupun pemarah dan berwatak
keras, namun mereka itu sangat loyal, setia, jujur, dan konsekuen. Namun,
celakanya, yang sering terjadi adalah stereotipe yang negatif yang justru secara
tidak sadar kita terima dan kita yakini sebagai sesuatu yang benar,
kenyataan yang sesungguhnya, yang begitulah adanya.
Sebagai akibatnya, mungkin kita juga sering mendengar ungkapan
seperti, “Ah, jangan mempekerjakan orang Sunda. Orang Sunda itu pemalas”;
“Jangan berbisnis dengan orang Cina! Mereka itu suka ingin untung sendiri!”;
“Hati-hati sama orang Islam, apalagi yang berjenggot, mereka itu teroris”;
dan banyak lagi ungkapan lainnya. Dengan stereotipe ini baik itu stereotipe
yang negatif maupun stereotip yang positif, seseorang pada akhirnya tidak
dilihat dan dinilai dari sosok individunya, namun lebih pada entitas kelompok
atau golongan yang sesungguhnya belum tentu benar pula. Si individu yang
bersangkutan telah kehilangan dirinya, tidak lagi dipandang sebagai individu
yang bebas-mandiri, tidak lagi dilihat sebagai manusia yang setara dan sederajat.
Pada saat ini pulalah, kita sebenarnya telah melakukan tindakan diskriminatif,
pendiskriminasian.
Padahal, kalau kita benar-benar cermati, semua sifat dan kecenderungan
yang dilekatkan sebagai stereotipe itu nyata-nyata bukanlah hanya milik satu
golongan atau kelompok tertentu; namun dimiliki oleh semua orang tanpa
membedakan etnis, suku, agama, atau jenis kelamin tertentu. Semua orang
pada dasarnya memiliki sifat dan kecenderungan itu, karena hal itu adalah
sesuatu yang sangat manusiawi: semua orang, siapa pun itu dan di mana pun
itu, akan punya potensi untuk memiliki sifat pelit. Begitu pun dengan pemalas,
pemarah, inginnya menang sendiri, loyal, menjadi pekerja keras, konsekuen;
MA N UA L P E L AT I H A N DA S A R H AM
: PEGANGAN PARTISIPAN - K O M N A S H A M 2 0 1 5