87
BAC AAN 1 : HAM DIDALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Tindakan yang mungkin
boleh disebut yang
paling sering terjadi
adalah diskriminasi (atau
pendiskriminasian).
Mari kita sejenak menengok kembali
tindakan-tindakan yang mungkin telah
kita lakukan, untuk sekaligus mencoba
berefleksi, apakah kita telah menghargai dan
menghormati hak asasi orang lain; apakah kita
pernah melanggar dan mencederai hak asasi
orang lain; atau apakah hak asasi kita pernah
dilanggar dan dicederai oleh orang lain; atau
mungkin juga, kita saling melanggar dan
mencederai hak asasi satu sama lain.
Di dalam kehidupan keseharian kita, mulai dari bangun tidur sampai
kembali beristirahat di malam hari, tentunya ada beragam aktivitas dan
kegiatan yang kita lakukan; ada begitu banyak tindakan yang kita perbuat.
Di dalam aktivitas keseharian itu, kita mungkin akan berhubungan dengan
orang lain. Di saat kita berhubungan dengan orang lain ini, mungkin ada
banyak tindakan yang kita lakukan baik disadari ataupun tidak yang secara
prinsipil selaras dengan nilai-nilai hak asasi manusia; namun tidak tertutup
kemungkinan ada juga tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai
hak asasi manusia. Kita mungkin selalu membuka ruang pada orang lain untuk
mengungkapkan pikiran dan pendapatnya dengan bebas, tanpa memandang
siapa orang itu, berasal dari mana, dan lain sebagainya. Tindakan ini bisa
disebut selaras dengan nilai-nilai hak asasi manusia. Namun, boleh jadi, di
lain saat kita menumpahkan kekesalan terhadap seseorang dengan ungkapan:
“Dasar orang Jawa, memang nggak bisa dipercaya!” Secara prinsipil, ungkapan
ini bisa dikatakan bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia.
Tindakan yang mungkin boleh disebut yang paling sering terjadi adalah
diskriminasi (atau pendiskriminasian). Terlebih lagi dalam konteks masyakarat
Indonesia yang plural, begitu beragam dengan berbagai budaya, suku, ras,
etnis, agama dan kepercayaan, bahasa, dan lain sebagainya.
Secara tidak sadar, mungkin kita sering merasa, suku kita lebih baik
dari suku yang lain, agama kita lebih benar dari agama yang lain, budaya kita
lebih tinggi dari budaya yang lain, dan seterusnya. Adanya perasaan ini sedikitbanyak sebenarnya akan bisa menjadi awal bagi diskriminasi. Berpangkal dari
hal-hal semacam ini pula yang seterusnya akan bisa menumbuhkembangkan
apa yang disebut dengan stereotipe. Jika hal-hal ini sudah sampai pada suatu
MA N UA L P E L AT I H A N DA S A R H AM
: PEGANGAN PARTISIPAN - K O M N A S H A M 2 0 1 5