9
PENGANTAR PELATIHAN DASAR HAM
Secara sederhana, relasi guru murid dalam pelatihan tradisional adalah
sebagai berikut:
GURU
MURID
• Mengajar
• Belajar
• Mengetahui segalanya
• Tidak tahu
• Berfikir
• Dipikirkan
• Mengatur
• Diatur
• Bertindak
• Meniru
• Memilih bahan pelajaran
• Menyesuaikan diri
• Subjek
• Objek
Pelatihan partisipatif mencoba untuk menjauhkan bahkan menolak
hubungan yang timpang antara guru dan murid. Model ini menerapkan
hubungan yang setara antara semua orang yang terlibat dalam proses belajar, yaitu peserta dan fasilitator pelatihan. Berbeda dengan guru, fasilitator bukan satu-satunya orang yang menguasai pengetahuan. Fasilitator
lebih berperan sebagai katalisator dan moderator yang memungkinkan
proses komunikasi berlangsung ke semua arah (bukan cuma dua arah),
baik di antara sesama peserta maupun antara peserta dengan fasilitator.
Hal yang dikomunikasikan lebih pada pengungkapan pengalaman dan
pengetahuan peserta pelatihan sendiri. Fasilitator juga membantu
menemukan kekuatan dan kelemahan yang tersimpan di masingmasing peserta. Dengan demikian, fasilitator turut terlibat dalam
belajar bersama, bukan lagi sebagai sosok guru otoriter yang maha tahu
atau narasumber yang menguasai materi, namun menjadi pendorong
bagi peserta untuk mencari pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru.
Selain itu, dalam pelatihan partisipatif, subyek adalah mereka yang belajar,
yakni fasilitator dan peserta. Peserta adalah pemilik sah dari dirinya sendiri,
baik yang berupa pemikiran, bakat, ataupun keahlian yang semuanya
harus diberi ruang untuk berkembang. Oleh karena itu, fasilitator hanya
mengarahkan agar peserta mampu menemukan cara-cara baru dalam
mengatasi masalah yang muncul selama pelatihan, serta mengembangkan
komitmen, cara pandang, kemampuan, dan kepercayaan diri mereka.
MANUAL PELATIHAN DASAR HAM
: PEGANGAN PARTISIPAN - KOMNAS HAM 2015