97 BACAAN 2 : SEJARAH HAK ASASI MANUSIA melakukan revolusi, menghancurkan persekutuan tersebut dan menegosiasinya ulang: Berakhirnya pemerintahan merupakan kebaikan bagi manusia. Apakah harus tunduk kepada keinginan tanpa batas dari tirani? Ataukah harus ditentang ketika mereka tumbuh berlebihan dalam penggunaan kekuasaannya dan menggunakannya justru untuk menghancurkan, dan bukan untuk menyelamatkan harta milik rakyatnya? Dengan tulisan retorik ini, Locke memberikan suatu pembenaran. Bukan hanya bagi revolusi tahun 1688, tapi juga bagi republik di bawah Cromwell, yang tahun 1648 telah menghukum Charles I dengan alasan berperang melawan dan membunuh warga negaranya sendiri. Pengadilan atas raja tersebut merupakan preseden yang tidak memuaskannya. Penolakannya untuk menyangkal Parlemen merupakan kesempatan untuk berargumentasi tentang kasus yang dapat dijadikan yurisprudensi melawan perlakuan tirani. Locke sendiri menarik kesimpulan dari kepatuhan tertulis dari penuntut Raja, John Cook. Menurutnya, penguasa tidak berada di atas hukum yang melindungi kebebasan dari warganegaranya.’ Argumentasi tersebut merupakan ancaman bagi monarki absolut lainnya, seperti Louis XIV lewat pernyataannya Letat, cest moi’ (negara adalah saya). Mereka bisa diberhentikan jika pemerintahannya sewenang-wenang dan berlaku tirani yang mengakibatkan berkurangnya - dan bukan justru melindungi hak-hak yang tersisa dari rakyatnya. Pada Abad XVIII, filsafat Locke tersebut diadopsi dan dikembangkan oleh intelektualintelektual terkemuka di Eropa, yang menemukan bentuknya melalui sebuah konstitusi di Inggris. Konstitusi tersebut nampaknya (meskipun kenyataannya masih jauh) menjamin kebebasan politik melalui supremasi Parlemen. Pada Abad Pertengahan, mereka mulai mengidentifikasi adanya hakhak universal seperti: tentang hak bagi orang maupun harta miliknya yang oleh karenanya manusia tidak lagi dikungkung dalam perbudakan (Menurut Rousseau, manusia dilahirkan bebas; namun kenyataannya manusia yang ditemuinya di mana-mana masih dirantai); tentang Kebebasan pers (Voltaire menyatakan, “Saya tahu banyak buku yang sudah usang, tapi tidak ada di antaranya yang telah membuat kejahatan yang sesungguhnya); tentang MA N UA L P E L AT I H A N DA S A R H AM : PEGANGAN PARTISIPAN - K O M N A S H A M 2 0 1 5

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents