Panduan Pelaksanaan untuk Rencana Aksi Regional tentang Pembela Hak Asasi Manusia
Saat tim mendeteksi ancaman yang akan terjadi, tim ini harus meresponsnya secepat mungkin, idealnya
tidak lebih dari 48 jam. Ini berarti tim harus memiliki sarana yang cukup dan siap digunakan kapan pun
(kontak dengan pihak terkait yang berwenang, dana) untuk memberikan respons yang memadai.
Studi Kasus:
LNHAM India memiliki bentuk tim cepat tanggap yang dinamai ‘Rapid Action Cell’ (RAC), yang menangani
kasus mendesak. Fungsinya mencakup: berbicara dengan pihak berwenang/pembuat aduan melalui telepon
untuk memastikan fakta, mengirimkan aduan melalui faks ke berbagai pihak berwenang sebagai acuan dan
meminta mereka untuk segera mengirimkan balasan.78
Mekanisme Perlindungan PHAM Meksiko juga memiliki tim cepat tanggap.79 Mandatnya menyebutkan “jika
nyawa atau integritas fisik PHAM atau keluarganya terancam bahaya yang akan segera terjadi, tim Reaksi
Cepat akan memberikan, dalam waktu 3 jam, langkah perlindungan mendesak, yang akan diterapkan
selambat-lambatnya dalam 9 jam. Secara bersamaan, studi Evaluasi Tindakan Langsung akan dilakukan.
Setelah siap, filenya dikirim ke Koordinator eksekutif agar prosesnya dapat berlanjut melalui cara biasa.’
E. Menyiapkan saluran siaga nasional dan saluran komunikasi lainnya untuk
PHAM yang terancam bahaya
Saluran nasional khusus yang dapat dihubungi oleh PHAM dan kenalan mereka jika terdapat masalah atau
situasi darurat yang sifatnya genting untuk memberikan respons mendesak. Saluran siaga harus bebas
biaya, beroperasi setiap saat, serta tersedia dalam beberapa bahasa. Salah satu contoh yang baik dari
saluran siaga internasional yaitu saluran siaga Front Line Defenders.80
Selain itu, sarana untuk berkomunikasi dengan LNHAM harus terbuka dan beragam, termasuk misalnya:
secara tatap muka, panggilan melalui telepon atau internet, SMS atau pengiriman pesan instan, komunikasi
daring, aplikasi digital, atau melalui surat-menyurat dan bentuk komunikasi fisik lainnya.81 Seperti disebutkan
di atas (dan lebih lanjut dijelaskan dalam Aksi Nasional 5), keamanan PHAM harus diprioritaskan, artinya
protokol keamanan digital harus diikuti dan semua informasi sensitif harus dilindungi.
F.
Program relokasi dan jeda istirahat nasional
Program relokasi dan jeda istirahat merupakan salah satu langkah paling efektif dan kompleks untuk
melindungi PHAM. Tujuannya adalah memindahkan PHAM dari wilayah yang memberi bahaya langsung
serta menempatkan mereka di wilayah di mana mereka dapat beristirahat dan mengambil jeda. Relokasi
harus bersifat sementara dan dapat bersifat nasional (mis. rumah aman/safe house, penampungan
oleh relawan, atau pindah ke kota lain), atau bersifat internasional. Apabila kembali ke rumah tidak
memungkinkan, maka suaka merupakan opsi yang lebih baik.
Logistik dan kompleksitas relokasi orang yang terancam bahaya menunjukkan pentingnya LNHAM untuk
memiliki protokol, prosedur, dan kontak yang dapat dihubungi.82 LNHAM Anda juga dapat mendukung
pembela HAM dengan memfasilitasi kontak dengan organisasi nasional dan internasional yang menyediakan
penampungan atau rumah sementara.
32
78
https://nhrc.nic.in/about-us/organization-structures/specialized_divisions_and_staff
79
http://www.oas.org/juridico/PDFs/mesicic5_mex_ane_12.pdf pasal 26
80
https://www.frontlinedefenders.org/en/emergency-support
81
www.dpe.gob.ec/rc2018/10.%20Ejecucion_programatica/7%20Prevenir%20vulneraciones%20DDHH%20a%20
defensores%20y%20defensoras/Protocolo.pdf hal.19;
https://rspo.org/about/contact/hrd-hotline-eng
82
https://undocs.org/A/HRC/31/55 ayat 72-75