AKSI NASIONAL 4: Mengembangkan ‘sistem peringatan dini’
•
Mengarusutamakan standar tentang perlindungan PHAM serta mengoordinasikan aksi diantara berbagai
bagian dalam LNHAM terkait promosi dan perlindungan PHAM.71
•
Mengelola sistem penanganan aduan.
Beberapa contoh narahubung untuk PHAM adalah LNHAM di India72 dan Uganda.73 Antara lain, narahubung
Uganda meninjau RUU terkait PHAM, menyampaikan masukan LNHAM terkait masalah tersebut.74
Studi Kasus:
LNHAM di Azerbaijan, Denmark, dan Portugal telah mengembangkan narahubung untuk penduduk yang
rentan, termasuk anak-anak dan lansia. Narahubung Portugal menyediakan bantuan khusus melalui saluran
bantuan khusus, yang menyediakan informasi, mengarahkan pengguna ke pihak yang berwenang, menjalin
kontak langsung dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa hak-hak warga
negara dihormati, dan menindaklanjuti situasinya.75
Seperti halnya mekanisme apa pun yang terkait dengan PHAM, mekanisme ini harus responsif dengan
konteks nasional dan dikembangkan melalui konsultasi dengan PHAM di tingkat nasional. Mekanisme ini
tidak boleh bekerja terpisah dari narahubung untuk hal lain, atau untuk tugas yang lebih luas di LNHAM
Anda. Pendekatan interseksional terhadap perlindungan PHAM sangat penting, dengan mempertimbangkan
berbagai elemen kerentanan, seperti gender, ras, dan etnis.
Beberapa potensi elemen dari narahubung PHAM diantaranya adalah:
•
Mandat untuk melindungi dan memajukan hak-hak PHAM.
•
Personel dengan pengalaman yang relevan dan pemahaman tentang hak-hak PHAM, terlatih untuk hakhak PHAM, risiko, dan tantangannya, serta untuk cara menyelidiki pelanggaran.76 “Program peningkatan
kapasitas untuk PHAM” yang dijalankan oleh APF merupakan contoh dari pelatihan tersebut.77
•
Beberapa saluran komunikasi dengan PHAM, yang mencakup saluran siaga nasional, seperti yang
dibahas lebih lanjut pada sub-bagian E di bawah.
•
Pemenuhan beberapa fungsi SPD dan/atau mekanisme perlindungan (baca sub-bagian G di bawah ini).
Misalnya memantau situasi PHAM, serta memberitahu pemangku kepentingan terkait dan merespons
risiko.
D. Mengembangkan dan menyediakan tim cepat tanggap
Tim cepat tanggap dapat merespons ancaman dengan cepat, dan memberi perlindungan segera kepada
PHAM. Idealnya, tim cepat tanggap bersifat fleksibel sehingga dapat memberikan respons cepat terhadap
peristiwa yang tak terduga.
71
https://www.humanrights.dk/sites/humanrights.dk/files/media/document/Lorion%20Defining%20GHRFPs%20-%20DIHR%20
2021%20Final.pdf hal. 57
72
https://hrcnet.nic.in/HRCNet/public/NHRCStatisticsList.aspx?Statistics=HRDAll
73
https://www.uhrc.ug/about/administrative-structure/
74
https://undocs.org/en/A/HRC/22/47 ayat 92
75
https://ganhri.org/wp-content/uploads/2019/12/GANHRI-UNICEF-Children%E2%80%99s-Rights-in-National-Human-RightsInstitutions.pdf hal. 38, 39
76
https://ganhri.org/wp-content/uploads/2019/12/GANHRI-UNICEF-Children%E2%80%99s-Rights-in-National-Human-RightsInstitutions.pdf hal. 43
77
https://community.asiapacificforum.net/
31