menjawab
tersebut
f.
pengukuran
indikator
Melakukan pengujian dan perbaikan
indikator dan teknik pengumpulan
data yang dilakukan. Urutan prioritas
dan pilihan terhadap indikator yang
akan diuji menjadi penting mengingat
terbatasnya waktu dan ketersediaan
sumber daya. Upaya ini merupakan
upaya jangka panjang dan perlu
dilakukan secara terus menerus untuk
mendapatkan hasil yang akurat dan
sistematis.
Sebagai tahap awal, Komnas HAM membuat
indikator ekonomi, sosial dan budaya
khususnya untuk fokus terhadap hak atas
pangan dan hak atas perumahan. Perdebatan
yang muncul saat itu terkait pemilihan hak
atas pangan dan hak atas perumahan
adalah maraknya kasus busung lapar dan
penggusuran di Indonesia. Hak atas pangan
dan hak atas perumahan merupakan hak
ekonomi, sosial dan budaya. Komnas HAM
memastikan untuk membuat indikator hak
ekonomi, sosial dan budaya, mengingat
masih banyaknya kasus pelanggaran
hak ekonomi, sosial dan budaya yang
belum mendapat pertanggunjawaban dari
Negara. Pertimbangan lainnya adalah masih
banyak orang yang beranggapan bahwa
hak ekonomi, sosial dan budaya bukan
bagian dari hak asasi manusia, sehingga
tidak dapat ditindaklanjuti perkaranya di
pengadilan. Dibandingkan dengan hak sipil
dan politik, maka realisasi hak ekonomi,
sosial dan budaya bersifat progresif dan
pertanggungjawabannya lebih sulit untuk
diminta.
Komnas HAM juga mengembangkan indikator
hak atas pangan, perumahan, pendidikan,
kesehatan serta indikator hak atas pekerjaan.
Hak-hak ini merupakan hak-hak yang paling
dapat digunakan untuk mengukur atau
menilai situasi hak ekosob di Indonesia.
Alur Pembuatan Indikator Hingga Penggunaan
Draft
Awal
Indikator
Masukan
Para Ahli
Perbaikan
Indikator
Penggunaan
Indikator
untuk
Penelitian
Penyempurnaan
Indikator
Uji Coba
Indikator
SEBUAH PENGALAMAN KOMNAS HAM | 37