Bab 4
PENGALAMAN KOMNAS HAM
DALAM MENYUSUN INDIKATOR HAM
Bab ini menggambarkan pengalamana Komnas HAM dalam menyusun indikator lima hak
yang masuk dalam lingkup hak ekonomi, sosial dan budaya yaitu hak atas pangan, hak atas
pekerjaan, hak atas perumahan, hak atas pendidikan dan hak atas kesehatan. Bab ini tahaptahap pengembangan indikator seperti dijelaskan dalam bab sebelumnyaa serta berbagai
hal penting yang harus dipertimbangkan. Bab ini juga menjelaskan berbagai tantangan dan
kendala yang dihadapi.
Pengantar
Sebagaimana secara ringkas telah disebutkan
dalam Bab Pendahuluan, Indikator Hak Asasi
Manusia (HAM) merupakan suatu tolok ukur
untuk mencatat dan mendokumentasikan
hal-hal yang berhubungan dengan HAM.
Satu hal yang patut disayangkan, adalah
hingga saat ini Indonesia belum merumuskan
Indikator HAM, sehingga tiap organisasi/
lembaga menggunakan tolok ukur yang
berbeda dalam mendokumentasikan hal-hal
yang berkaitan dengan HAM.
perlu untuk merumuskan Indikator HAM yang
bersifat nasional dan mencakup keseluruhan
jenis hak yang dijamin perlindungan dan
pemenuhannya oleh Konstitusi dan ketentuan
atau standar HAM internasional.
Kelihatannya mudah untuk mengatakan
bahwa seharusnya pengukuran HAM
dilakukan secara lebih sistematis dan teliti.
Komnas HAM mengamati dari pengalaman
berbagai lembaga HAM di dunia, bahwa
jenis studi semacam ini membutuhkan sumber
Komnas HAM, sebagai lembaga yang daya yang sangat besar dan menuntut
bertanggung jawab dalam pelaksanaan keahlian yang sangat tinggi untuk dapat
penegakan, perlindungan dan pemenuhan dilaksanakan. Studi yang berkelanjutan
HAM di Indonesia dan secara langsung akan membutuhkan dana yang lebih banyak
menangani berbagai pelanggaran HAM, daripada survey yang dilakukan sesekali.
acap kali menggunakan tolok ukur yang Juga, biasanya mendapatkan penilaian dari
dimiliki atau telah dibuat oleh lembaga lain. ahli di suatu bidang akan jauh lebih cepat
Walaupun telah ada tolok ukur yang dibuat dan murah dari pada melakukan survei di
oleh lembaga atau organisasi lain dan dapat beberapa tempat. Analisa dan observasi
digunakan, Komnas HAM tetap memandang kualitatif memegang peran utama dalam
SEBUAH PENGALAMAN KOMNAS HAM | 35