10 Pet ik an Pembel a ja r a n I n kui r i N a si o n a l Dalam rangka Inkuiri Nasional ini HREOC juga melakukan riset tentang aspek-aspek penting yang ada di kerangka acuan, termasuk memeriksa implikasi hukum internasional terhadap kebijakan pemindahan ini dan melakukan analisis terhadap praktik-praktik pemindahan anak-anak penduduk asli yang terjadi saat ini melalui sistem peradilan anak dan proses kesejahteraan anak. Hasil kerja HREOC berkaitan dengan Inkuiri Nasional ini sangatlah massif. Laporan yang dikeluarkan memuat beberapa temuan historis dan memperkirakan antara satu dari sepuluh sampai satu dari tiga anak-anak penduduk asli dipindahkan secara paksa antara tahun 1910 sampai 1970. Mereka kebanyakan dipindahkan lebih karena status mereka sebagai orang asli dan bukan karena bertujuan menciptakan kesejahteraan bagi mereka. Anak-anak ini kerap dipindahkan berkali-kali, ditempatkan di lembaga misi agama dan institusi-institusi yang dikelola gereja, atau dengan orang tua angkat yang bukan penduduk asli. Dalam laporannya, Tim Inkuiri menyebutkan bahwa perampasan paksa dan pemindahan berkali-kali ini secara langsung berkontribusi pada hancurnya kesehatan mental korban. Banyak dari mereka yang menderita akibat kekerasan lisan, fisik, dan seksual yang dilakukan oleh pejabat publik atau sebagai akibat dari tindakan pejabat publik. Ditemukan pula bahwa pejabat yang berwenang dan perorangan yang ditunjuk menjadi wali telah gagal menjalankan tugas mereka merawat anak-anak penduduk asli. Lebih dari satu dekade kemudian, pada tahun 2008, pemerintah federal yang baru dari Partai Buruh membuat pernyataan maaf resmi kepada “Generasi yang Dirampas” sebagai tindakan pertama yang dilakukan di parlemen baru setelah pemilu bulan November 2007. Tom Calma, yang pada saat itu menjabat sebagai Komisioner Keadilan Sosial untuk Orang-Orang Aborigin dan Penghuni Kepulauan Selat Torres mengatakan bahwa permohonan maaf tersebut “menyentuh keinginan terdalam masyarakat Australia untuk memperbaiki apa yang terjadi di masa lalu.” Ketika ditanya pengalamannya memfasilitasi konsultasi antara pemerintah federal dan kelompok “Generasi yang Dirampas” sejak permintaan maaf itu, beliau menyatakan bahwa “pesan yang paling banyak disampaikan dari pertemuan-pertemuan tersebut adalah bahwa hal ini (Permohonan Maaf) harus dilihat sebagai langkah pertama dari adanya hubungan kemitraan.” Pengalaman Inkuiri nasional Australia membuktikan bahwa efektivitas program ini harus diukur dari perspektif jangka panjang. Laporan dan rekomendasi Inkuiri dapat tetap hidup setelah bertahun-tahun, bahkan lebih dari satu dekade, sebelum diimplementasikan. Dalam konteks

Select target paragraph3