Lapas Klas IIA Samarinda memiliki jumlah penghuni 920 dengan rincian 890 dewasa dan 30 anak-anak. Jumlah warga penghuni yang masuk dalam DPT sejumlah 799 yang dapat mempergunakan hak pilihnya di 2 (dua) TPS yang disediakan di lapangan Lapas. Antusiame warga penghuni cukup tinggi dibuktikan dengan antrian para penghuni yang rela menunggu sambil terkena hujan/gerimis meskipun sudah ada tenda yang disediakan. Secara umum kondisi di dalam Lapas kondusif dengan pengamanan dari Aparat Polri dan TNI dengan senjata laras panjang dan 2 (dua) kendaraan tempur (panser) sejumlah 2 (dua) unit. Lapas Klas IIA juga dihadiri oleh para saksi-saksi dari pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur, serta sejumlah jurnalis dan ditinjau langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur. Rutan Klas IIA Samarinda Rumah Tahanan Klas IIA Samarinda juga menjadi lokasi pantauan Komnas HAM RI, Tim disambut Kepala Rutan dan jajaranya kemudian mengantarkan ke lokasi TPS dibangun di tengah rutan. Rutan Klas II Samarinda dengan jumlah penghuni mencapai 1.443 orang, dan yang diajukan kepada KPU Kota Samarinda sejumlah 1.428 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 76 orang adalah tahanan perempuan. Pemilih yang ditetapkan dalam DPT adalah 1.277 orang atau lebih dari 80% penghuni yang difasilitasi dalam 2 (dua) TPS. Dari pantauan Tim, pemilih sangat antusias mengikuti proses pemungutan suara dibuktikan dengan antrian yang panjang, meskipun dalam kondisi gerimis di 2 (dua) TPS yang disediakan. Dalam proses pemilihan selain dijaga oleh pengamanan internal Rutan juga secara langsung oleh perwakilan Polri dan TNI, serta terdapat saksi-saksi dari para pasangan calon GubernurWakil Gubernur Kalimantan Timur. Lokasi TPS berada di aula panti, sehingga para pemilih tidak terkendala persoalan akses dalam menyalurkan hak pilihnya. Mekanisme pemilihan bagi para lansia dibagi dua, bagi memiliki kesulitan karena faktor kesehatan maka petugas KPPS yang berkeliling mendatangi mereka, sedangkan bagi yang sehat datang didampingi oleh petugas panti. RSUD Abdul Wahab Syahrani Kota Samarinda Tim pemantau Komnas HAM RI juga melakukan kunjungan ke RSUD Abdul Wabah Syahrani, Kota Samarinda pada pukul 10.30 WITA. Sayang tim tidak menemukan satupun TPS yang berada di areal rumah sakit. Mengkonfimasi hal tersebut, Tim menemui petugas piket untuk mendapatkan penjelasan. Atas temuan tim, pihak RSUD menyatakan bahwa untuk pemilihan kali ini di RSUD tidak tersedia TPS, meskipun pada pemilu sebelumnya terdapat TPS Khusus. Dampak tidak adanya TPS khusus ataupun TPS sekitar rumah sakit yang mendatangi pemilih, maka khusus bagi pasien yang menjalani rawat inap sebanyak 60 (enam puluh) dipastikan tidak difasilitasi untuk PILKADA RAMAH HAM • CATATAN KOMNAS HAM PILKADA 2018 Pantai Wreda Kota Samarinda Tim Komnas HAM juga tidak melupakan bagaimana pemenuhan para penghuni panti di Kota Samarinda. Oleh karena itu setelah melakukan pantauan di Rutan mendatangi Panti Wreda Kota Samarinda. Hasil pantauan terdapat TPS yang didirikan di dalam panti yaitu TPS 026 yang memfasilitasi sebanyak 147 jiwa. Secara keseluruhan pemilih Lansia tersebut disatukan dengan pemilih lain dari 2 (dua) RT di Kelurahan Sungai Pinang, Kota Samarinda. 73

Select target paragraph3