Situasi Diskriminasi di Indonesia
20. Ketergantungannya pada napza adalah keadaan kesehatan yang tidak boleh menjadi alasan diskriminasi.42 Gangguan penggunaan napza diakibatkan oleh faktor-faktor biologis, psikologis, lingkungan, dan
sosial. Anggapan bahwa “ketergantungan napza adalah salah pengguna sendiri” sudah ketinggalan
zaman, diskriminatif, dan kontra-produktif.43 Gangguan penggunaan napza paling baik dikelola dengan
pendekatan kesehatan masyarakat (kesmas), bukan dengan hukuman dan "war on drugs". Menurut LBH
Masyarakat, pada 2019, terdapat 48.000 pengguna narkotika dalam penjara.44
Usia
Usia
21. Di Indonesia, batas usia maksimal dalam lowongan pekerjaan dianggap wajar dan banyak ditemui45,
bahkan dalam informasi lowongan yang disebarkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).46
UU Ketenagakerjaan47 dan Konvensi ILO48 memuat larangan diskriminasi secara umum tetapi tidak
menyebutkan diskriminasi berdasarkan usia secara eksplisit. Dalam satu job fair di Malang tahun 2014,
96 persen pekerjaan yang ditawarkan oleh 13 perusahaan membatasi usia pelamar antara 24-35 tahun49.
22. Diskriminasi usia atau ageism memberikan dampak besar khususnya bagi pekerja kontrak dan perempuan.50 Pekerja kontrak tidak punya jaminan bahwa kontraknya akan terus diperpanjang setelah ia tidak
lagi “muda”. Banyak pekerja perempuan yang berhenti sementara untuk menikah dan berkeluarga tidak
bisa kembali bekerja karena usia mereka telah lewat dari batas maksimum lowongan. Undang-Undang
Cipta Kerja51, yang memudahkan kontrak tidak tetap, turut meningkatkan kerentanan itu.
23. Selain berdampak kepada orang yang lebih tua, ada hambatan lain bagi orang muda dalam memperoleh
pekerjaan. Ada anggapan bahwa orang muda tidak memiliki keterampilan dan pengalaman, dan bahwa
mereka sulit diajak bekerja sama dan tidak produktif. Ini disayangkan karena, menurut data Badan Pusat
statistik (BPS) bulan Agustus 2022, lebih dari 30 persen total pengangguran nasional berasal dari kelompok usia 20-24 tahun52.
Profesi
Profesi
atau
atau
Pekerjaan
Pekerjaan
Tertentu
Tertentu
24. Diskriminasi juga dialami karena profesi atau pekerjaan tertentu yang dipandang hina. Contohnya, pada
Pekerja rumah tangga (PRT) yang terus disepelekan dan tidak dipandang.53 Berdasarkan data JALA PRT,
42
United Nations Development Programme (UNDP) dan the International Centre on Human Rights and Drug Policy (ICHRDP), International Guidelines on
Human Rights and Drug Policy, 2019, halaman 6, https://www.humanrights-drugpolicy.org/.
43
World Health Organization (WHO) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), International standards for the treatment of drug use disorders:
revised
edition
incorporating
results
of
field-testing,
2020,
halaman
5,
https://www.unodc.org/documents/drug-prevention-and-treatment/UNODC-WHO_International_Standards_Treatment_Drug_Use_Disorders_April_2020.pdf.
44
LBH Masyarakat, “War on Drugs: Jalan Pintas yang Menyesatkan”, 5 Februari 2021, https://lbhmasyarakat.org/opini-war-on-drugs-jalan-pintasyang-menyesatkan/.
45
Nabiyla Risfa Izzati, “Diskriminasi usia dalam lowongan pekerjaan: bagaimana ‘ageism’ merugikan pekerja, terutama pekerja kontrak dan perempuan”,
The Conversation, 7 Maret 2023, https://theconversation.com/diskriminasi-usia-dalam-lowongan-pekerjaan-bagaimana-ageism-merugikan-pekerja-terutama- pe-kerja-kontrak-dan-perempuan-199603.
46
Cek https://karirhub.kemnaker.go.id/.
47
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pasal 5.
48
International Labour Organization (ILO), Konvensi tentang Diskriminasi (dalam Pekerjaan dan Jabatan), C111, 1958, diratifikasi Indonesia tahun 1999, Pasal 1 (b).
49
Siti Awaliyah, “The Effectiveness of Anti Discrimination Laws for Job Seeker in Indonesia”, Journal of Law, Policy of Globalization Vol. 51 (New York: 2016),
halaman 41.
50
Nabiyla Risfa Izzati, “Diskriminasi usia dalam lowongan pekerjaan: bagaimana ‘ageism’ merugikan pekerja, terutama pekerja kontrak dan perempuan”,
The Conversation, 7 Maret 2023, https://theconversation.com/diskriminasi-usia-dalam-lowongan-pekerjaan-bagaimana-ageism-merugikan-pekerja-terutama-pekerja-kontrak-dan-perempuan-199603.
51
Undang-undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja
menjadi Undang-Undang.
52
Viva Budy Kusnandar, ���Mayoritas Pengangguran Indonesia Berusia Muda pada Agustus 2022”, Katadata, 12 Januari 2023, https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/01/12/mayoritas-pengangguran-indonesia-berusia-muda-pada-agustus-2022.
53
ILO, Konvensi tentang Pekerja Rumah Tangga, C189, 2011, Preamble.
KESETARAAN ADALAH HAK: Makalah Kebijakan Penguatan Kerangka Hukum Nasional
tentang Kesetaraan dan Penghapusan Diskriminasi yang Komprehensif
09