Panduan Pelaksanaan Penyelidikan Nasional terhadap Pelanggaran HAM dengan Pola Sistematis 2. KRITERIA UNTUK MEMILIH PERMASALAHAN Ketika mempertimbangkan apakah akan melaksanakan penyelidikan nasional, sebuah lembaga Komnas biasanya akan mempunyai beragam kemungkinan isu yang dapat diinvestigasi. Komnas juga akan menghadapi tekanan, baik dari pihak internal dan mungkin pula dari eksternal, untuk mengadopsi satu permasalahan atau permasalahan lainnya, karena masing-masing individu dan kelompok mempunyai prioritas dan preferensi mereka. Sangat penting untuk mempunyai kriteria yang jelas, dan eksplisit yang akan digunakan untuk mengevaluasi berbagai kemungkinan permasalahan untuk mengetahui kelayakan dan mengambil keputusan akhir. Kriteria yang jelas dan eksplisit memastikan bahwa semua kemungkinan isu dipertimbangkan secara tertib, dan bahwa semua faktor terkait telah dipertimbangkan, dan ada kerangka kerja yang baik yang dipakai untuk mengambil keputusan final dan pilihan akhir dapat dibenarkan secara transparan, bilamana perlu. Komnas harus memulai proses pemilihan dengan mengadopsi kriteria sebagai landasan pengambilan keputusan. Tidak ada daftar kriteria yang definitif. Berikut adalah kriteria yang dapat diikutsertakan. 2.1. Apakah permasalahan tersebut secara objektif signifikan bagi negara Semua HAM itu penting dan setiap pelanggaran itu signifikan. Tetapi, cakupan kepentingan dari suatu pelanggaran akan bervariasi menurut masing-masing negara. Hal tersebut akan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti:      Jumlah orang yang terkena dampak pelanggaran, secara langsung dan tidak langsung Penyebaran pelanggaran tersebut di seluruh negeri Durasi waktu selama pelanggaran-pelanggaran terjadi Perubahan dalam pola pelanggaran selama beberapa waktu Derajat keparahan dari konsekuensi pelanggaran tersebut. Faktor-faktor ini saling berkaitan dengan cara-cara yang berbeda. Kadang kekuatan dari satu factor dapat mengalahkan kelemahan faktor lainnya. Contohnya, suatu situasi pelanggaran HAM bisa jadi signifikan karena jumlah korban yang terkena pengaruh sangat besar, walaupun dampak bagi masing-masing orang tidak ekstrim. Kegagalan untuk menyediakan pendidikan dasar bagi mayoritas anak-anak akan menjadi permasalahan HAM yang sangat signifikan, meskipun jika negara tersebut miskin dan tingkat buta hurufnya masih tinggi serta sebagian besar anak-anak berasal dari keluarga yang hanya mampu bertahan hidup. Di sisi lain, sebuah situasi bisa menjadi signifikan karena tingkat keparahan dampaknya, walaupun jumlah korbannya relatif kecil. Pembunuhan di luar proses hukum mungkin merupakan bentuk pelanggaran HAM yang paling serius. Sebuah pola pembunuhan yang dilakukan terus-menerus di seluruh negeri dapat dianggap sangat signifikan bahkan bila jumlah korbannya relatif sedikit, katakanlah 20 atau 30 orang, dibunuh setiap tahunnya. Hal yang serupa dapat dikatakan pula terkait dengan praktik mengerikan lainnya secara khusus, misalnya penyiksaan. Berbagai faktor harus dipertimbangkan secara terpisah dan bersama-sama untuk menentukan signifikansi pola pelanggaran secara nasional. 2.2. Seberapa kuat persepsi publik mengenai signifikansi permasalahan tersebut Menentukan kepentingan sebuah permasalahan merupakan hal yang subyektif dan membutuhkan keseimbangan. Bila masyarakat sudah yakin bahwa permasalahan tersebut luar biasa penting, maka penyelidikan nasional mungkin tidak diperlukan. Mungkin yang diperlukan adalah sebuah proyek untuk mengidentifikasi apa saja yang harus dilakukan untuk menyediakan ganti rugi, termasuk menyiapkan pencegahan terhadap pelanggaran di masa depan. Di sisi lain, bila ada kesepakatan luas bahwa permasalahan tersebut tidak penting, maka tugas untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mungkin jauh di luar kapasitas penyelidikan nasional manapun. Beberapa pendekatan lain mungkin diperlukan terlebih dahulu, misalnya untuk sekedar meyakinkan masyarakat bahwasanya terdapat sebuah permasalahan. Suatu penyelidikan nasional paling baik dilakukan ketika terdapat kesadaran masyarakat mengenai suatu permasalahan,ada pengakuan bahwa masalah tersebut serius dan membutuhkan dukungan untuk menanganinya namun masih ada ketidakpahaman yang sangat luas akan sifat dari permasalahan tersebut, sejauh mana tingkat pelanggaran, tingkat keseriusan dari kerugian yang diderita dan jenis hal-hal yang harus dilakukan demi menyediakan ganti rugi dan memastikan adanya Bab 3: Memilih persoalan 14

Select target paragraph3