BAB III
I M P L E M E N TA S I PA N C A S I L A S A AT I N I
merupakan fundasi bagi penentuan kehidupan berbangsa. Gambar 11
menjelaskan efek dari merosotnya ketangguhan Ketahanan Nasional.
Manakala Ketahanan Nasional menunjukkan kecenderungan negatif,
yang mana dapat dilihat pada pendapat 60,1 persen publik yang
mengatakan solidaritas nasional lemah, tambahan pula bahwa 61,4
persen publik berpendapat toleransi antargolongan kaya-miskin adalah
lemah (Gambar III-3). Kondisi ketahanan ini juga semakin faktual dengan
mempertimbangkan, antara lain, kondisi solidaritas sosial yang merosot
dan hilangnya rasa saling percaya antar warganegara, dan sebaliknya, terjadi
penguatan di dalam Sentimen kedaerahan: 60,3 persen; dan Sentimen
keagamaan: 56,8 persen. Sementara pengaruh budaya global 53,3 persen.
Gambar 10: Implikasi Ketahanan Nasional Terhadap Pancasila
Implikasi
Ketahanan
Nasional
Terhadap
Pancasila
Kecenderungan Ketahanan Nasional yang negatif tersebut dapat berlanjut
pada disintegrasi sosial pada tahap awal perkembangannya hingga
membentuk masyarakat yang terpecah (fragmented), dan berpuncak pada
disintegrasi bangsa. Kondisi ketahanan yang negatif dan berkelanjutan ini
dapat merongrong keberadaan Pancasila sebagai ideologi dalam bernegara.
Artinya, suatu saat akan muncul individu atau kelompok warganegara
yang menganggap Pancasila tidak lagi menjadi ideologi bernegara yang
mempersatukan; melainkan slogan bernegara yang hanya digunakan oleh
60
Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional