P E N G A N TA R
Buku yang ditulis Otto Syamsudin Ishak ini menjadi sangat penting
karena berhasil menunjukkan bahwa kerja kemanusian sebagaimana
menjadi mandat Komnas HAM sampai hari ini adalah bagian dari upaya
mengamalkan nilai-nilai Pancasila, terutama pengamalan sila, “kemanusian
yang adil dan beradab”. Penulis buku ini juga dapat memaparkan bahwa
sedari awal nilai-nilai Pancasila memiliki dimensi filosofis yang dapat
mengingatkan kepada kita bahwa aspek-aspek yang selama ini dibela
oleh pihak TNI dan kelompok-kelompok yang berkepentingan membela
diskursus ketahanan nasional ternyata tidak boleh disterilkan dari diskursus
hak asasi manusia. Kontribusi penting TNI dalam upaya menjaga pertahanan
negara bangsa patut diapresiasi, namun demikian pelaksanaannya harus
benar-benar memiliki arti bagi upaya untuk melestarikan nilai-nilai
kemanusiaan yang adil dan beradab. Memang ada satu doktrin dalam
diskursus pertahanan, bahwa membasmi satu atau beberapa golongan demi
menyelamatkan kelompok manusia yang lebih besar dapat dibenarkan.
Doktrin ini mungkin hanya berlaku dalam masa-masa perang dan situasi
genting. Dalam prinsip dan norma hak asasi manusia, situasi gentingpun
harus dijelaskan dan dapat dipertanggungjawabkan secara publik. Ia harus
menjadi kebijakan yang dapat diterima dalam konteks law enforcement.
Akhirnya, menggali nilai-nilai Pancasila dari Latuharhari (Kantor Komnas
HAM) harus terus dilakukan dalam upaya memperkuat kelembagaan
Komnas HAM dan memastikan promosi hak asasi manusia di Indonesia
semakin dapat diterima sebagai alat persatuan bangsa. Mudah-mudahan
melalui buku ini Komnas HAM dapat lebih efektif membangun komunikasi
dengan berbagai pihak untuk menegaskan bahwa penguatan hak asasi
manusia adalah masalah bangsa di masa depan yang sedari sekarang mesti
diperkuat dan dikembangkan. Oleh karena itu, mandat Komnas HAM
semestinya mendapatkan dukungan semua pihak.
Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi kita semua, AMIN
Muhammad Nurkhoiron
Komisioner Komnas HAM
xiii
Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional