BAB IV
D I N A M I K A L I N G K U N G A N S T R AT E G I S
negara pengurus, bukannya negara kekuasaan.51) Demokrasi, hukum dan
hak asasi manusia adalah 3 instrumen yang menghindarkan sebuah negara
yang menamakan dirinya Republik, berbelok menjadi negara kekuasaan
(Orde Lama dan Orde Baru) sehingga cepat atau lambat negara tersebut
bisa mentransformasi dirinya menjadi negara pengurus, sebagamana yang
diimajinasikan oleh para pendiri bangsa dan negara ini.
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan kondisi kekinian
demokrasi di Indonesia dalam kuliah umum di Universitas Airlangga
Surabaya dengan topik: “Sistem Ketatanegaraan RI dan Relasinya dengan
Politik Nasional”, sebagaimana berikut ini:
“Demokrasi kita yang semi presidensial atau semi parlementer
itu memang gaduh, tapi hal itu jangan membuat kita tergoda
kembali pada politik otoritarian... Kalau kita melakukan
amendemen UUD 1945 itu karena konstitusi itu bukan
keramat, tapi harus adaptif terhadap perubahan. Kita jangan
malu dan marah terhadap perubahan, asalkan perubahan
itu dilakukan secara aspiratif, sesuai kebutuhan, dan proses
perubahannya dengan cara yang benar.”52)
•
Gatra Ekonomi 53)
Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo mengumumkan paket kebijakan
ekonomi untuk mendorong daya saing industri nasional melalui tiga
langkah, yakni: deregulasi (memangkas peraturan yang menghambat),
50) Heywood mengidentifikasi bentuk-bentuk demokrasi, yakni: pertama, demokrasi klasik, yang
berdasarkan pada polis, negara kota, yang berkembang pada masa Yunani kuno; kedua, demokrasi
perlindungan, yang mana berdasarkan pada upaya warga melindungi diri dari kebijakan dan tindakan
pemerintah yang merugikan warganegara; ketiga, demokrasi pembangunan, yang berfokus pada
“kebutuhan untuk membangun individu dan komunitas manusia”; dan, keempat, demokrasi rakyat,
yang berbasis pada “tujuan dari kesetaraan sosial yang dihasilkan melalui kepemilikan bersama dari
kemakmuran.” Heywood, 2014:157-170.
51) Latif, Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama, 2011. Halaman 189.
52)http://nasional.tempo.co/read/news/2015/02/11/078641584/sby-demokrasi-kita-memanggaduh-tapi/4
Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional
87