„ PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS DAN RENTAN DI INDONESIA garan HAM, baik yang dilakukan oleh kelompok masyarakat mayoritas maupun oleh ĂƉĂƌĂƚƵƌƉĞŵĞƌŝŶƚĂŚĂŶ͘<ĞƌĞŶƚĂŶĂŶĂƚĂƐƉĞůĂŶŐŐĂƌĂŶƚĞƌƐĞďƵƚƟĚĂŬŚĂŶLJĂƐĞďĂƚĂƐ pada perlakuan diskriminatif dalam memperoleh jaminan perlindungan HAM, ƚĞƚĂƉŝũƵŐĂƟŶĚĂŬĂŶƉĞƌƐĞŬƵƐŝ. DĞƐŬŝƉƵŶŚŝŶŐŐĂƐĂĂƚŝŶŝďĞůƵŵƚĞƌĚĂƉĂƚƌƵũƵŬĂŶƚƵŶŐŐĂůŵĞŶŐĞŶĂŝƉĞŶŐĞƌƟĂŶ ͚ŵŝŶŽƌŝƚĂƐ͕͛ ŶĂŵƵŶ ďĞďĞƌĂƉĂ ƐƵŵďĞƌ ƚĞůĂŚ ďĞƌƵƉĂLJĂ ŵĞŶĚĞĮŶŝƐŝŬĂŶŶLJĂ͕ ĂŶĂƚĂƌĂ ůĂŝŶ ƌĂŶĐĞƐĐŽ ĂƉĂƚŽƌƟ͕ hE ^ƉĞĐŝĂů ZĂƉƉŽƌƚĞƵƌ ĨŽƌ WƌĞǀĞŶƟŽŶ ŽĨ ŝƐĐƌŝŵŝŶĂƟŽŶ dan WƌŽƚĞĐƚŝŽŶ ŽĨ DŝŶŽƌŝƚLJ, menyebut minoritas sebagai “sekelompok orang yang secara jumlah lebih sedikit, dibandingkan populasi suatu negara, yang berada ĚĂůĂŵ ƉŽƐŝƐŝ ƟĚĂŬ ĚŽŵŝŶĂŶ͕ LJĂŶŐ ĂŶŐŐŽƚĂͲĂŶŐŐŽƚĂ ŬĞůŽŵƉŽŬ ƚĞƌƐĞďƵƚ ŵĞƌƵƉĂŬĂŶ warga negara, dengan karakter etnis, agama, atau bahasa yang berbeda dari angŐŽƚĂŵĂƐLJĂƌĂŬĂƚůĂŝŶŶLJĂ͕ĚĂŶŵĞŶƵŶũƵŬŬĂŶ͕ŵĞƐŬŝƉƵŶƟĚĂŬƚĞƌůŝŚĂƚŶLJĂƚĂ͕ŝŬĂƚĂŶ solidaritas, yang diarahkan untuk memelihara budaya, tradisi, agama, dan bahasa ŵĞƌĞŬĂ͘ĞŶŐĂŶŵĞŶŐĂĐƵƉĂĚĂƉĞŶŐĞƌƟĂŶƚĞƌƐĞďƵƚŵĂŬĂ͞ŬĞůŽŵƉŽŬŵŝŶŽƌŝƚĂƐ͟ ĚĂƉĂƚĚŝƉĂŚĂŵŝƐĞďĂŐĂŝĞŶƟƚĂƐƐŽƐŝĂůLJĂŶŐƐĞĚŝŬŝƚĚĂƌŝƐŝƐŝƉŽƉƵůĂƐŝ;ĚĂůĂŵďĞƌďĂŐĂŝ ůĞǀĞůŐĞŽŐƌĂĮƐͿ͕ƚŝĚĂŬĚŽŵŝŶĂŶ͕ƐĞƌƚĂŵĞŶŐĂůĂŵŝƉĞƌůĂŬƵĂŶLJĂŶŐĚŝƐŬƌŝŵŝŶĂƚŝĨ͕ ďĂŚŬĂŶ ĚĂƉĂƚŵĞŶũĂĚŝŬŽƌďĂŶƟŶĚĂŬŬĞũĂŚĂƚĂŶLJĂŶŐƉĂůŝŶŐƐĞƌŝƵƐ͘^ƚĂŶĚĂƌLJĂŶŐ ĚŝŐƵŶĂŬĂŶƐĞďĂŐĂŝƉĂƌĂŵĞƚĞƌŬĞůŽŵƉŽŬŵŝŶŽƌŝƚĂƐƟĚĂŬĚĂƉĂƚƐĞĐĂƌĂĨƌŽŶƚĂůĚŝƵŬƵƌ ŚĂŶLJĂďĞƌĚĂƐĂƌŬĂŶũƵŵůĂŚƐƵĂƚƵĞŶƟƚĂƐĚŝďĂŶĚŝŶŐŬĂŶƉŽƉƵůĂƐŝƚŽƚĂůƐƵĂƚƵEĞŐĂƌĂ͘ Dalam tataran nasional, Negara Indonesia dalam berbagai instrumen hukumnya telah menegaskan dalam Pasal 27 UUD 1945 bahwa segala warga Negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunũƵŶŐŚƵŬƵŵĚĂŶƉĞŵĞƌŝŶƚĂŚĂŶŝƚƵĚĞŶŐĂŶƟĚĂŬĂĚĂŬĞĐƵĂůŝŶLJĂ͘ŝƐĂŵƉŝŶŐŝƚƵ͕ Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM juga menegaskan bahwa ƐĞƟĂƉŽƌĂŶŐĚŝĂŬƵŝƐĞďĂŐĂŝŵĂŶƵƐŝĂƉƌŝďĂĚŝLJĂŶŐďĞƌŚĂŬŵĞŶƵŶƚƵƚĚĂŶŵĞŵƉĞƌoleh perlakuan yang sama sesuai dengan martabat kemanusiaannya di depan hukum. Terkait agama dan keyakinan, agama/keyakinan yang tertuang dalam tradisi LJĂŶŐŵĞƌĞŬĂĂŶƵƚĚĂŶŚĂŬͲŚĂŬƚƌĂĚŝƐŝŽŶĂůŶLJĂĚŝĂŬƵŝĚĂŶĚŝŚŽƌŵĂƟ;WĂƐĂůϭϴĂLJĂƚ 2). Demikian pula secara individual mereka dilindungi dan diakui sebagai warga negara dan sebagai penduduk Indonesia (Pasal 26). Pengakuan atas hak kewarganegaraan ini, berimplikasi pada keharusan bagi negara untuk menjamin berbagai ŵĂĐĂŵ ŚĂŬ ŵĞƌĞŬĂ ƐĞďĂŐĂŝ ŚĂŬͲŚĂŬ ŬŽŶƐƟƚƵƐŝŽŶĂů ;Ăď /yͿ͘ :ĂŵŝŶĂŶ ĂƚĂƐ ŚĂŬ kelompok minoritas juga sudah tertera dalam UUD 45 pasal 28A hingga J. Secara khusus yang terkait dengan perlindungan hak minoritas terdapat pada 28A, 28C (ayat 2), 28E (ayat 2), dan 28I (ayat 2,3). Jaminan ini kemudian dituangkan dalam bentuk UU. Rencana Strategis (Renstra) Komnas HAM 2015 - 2019 sebagai salah satu instrumen panduan operasional lembaga ini dalam mencapai tujuannya, telah menetapkan 24 Laporan Tahunan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KOMNAS HAM) 2016

Select target paragraph3