“Akui saja bahwa Anda tidak tahu”.
“Anda bukan orang yang ahli
dalam semua hal”.
l
Kalau tidak berhasil juga, jawab saja
pertanyaan tersebut. Kalau kelas tak kunjung
mau menjawab, mau tidak mau Anda harus
beralih ke cara presentasi.
Apabila hanya satu atau dua yang sama
selalu bertanya
Apabila satu-dua peserta terus-menerus
bungkam
Jika orang yang sama terus-menerus bertanya,
yang akan terganggu boleh jadi bukan hanya
Anda, tapi juga peserta lainnya. Mengapa dia
bertanya terus?
l Mungkin karena ia sungguh-sungguh ber
minat
dan ingin tahu lebih banyak.
l Ada kalanya karena ia ingin menguji kre
dibilitas Anda, terutama bila pertanyaannya
bersifat memancing-mancing dan merupakan
serangan pribadi. Atasi hal ini dengan pembicaraan pribadi. Lakukan diskusi di luar modul.
Jawab pertanyaan dan penuhi rasa ingin tahu
orang tersebut.
Jangan khawatir. Ini belum tentu merupakan
masalah. Bungkam terus-menerus bukan berarti mereka tidak berpikir. Mungkin mereka
memang enggan bicara di depan orang banyak.
Dorong peserta yang terus-menerus bungkam
dengan cara melakukan kontak mata dengan
peserta tersebut, lantas ajukan pertanyaan tertutup (“Apakah Anda setuju?”); Biarkan saja,
tapi perhatikan, apakah dalam kerja kelompok mereka tetap diam. Mungkin dalam kerja
kelompok kecil mereka merasa lebih nyaman
untuk berbicara.
Apabila Anda tidak yakin bahwa terjadi
proses belajar pada peserta
Apabila Anda tidak tahu jawabannya
Sesudah bertanya, Anda akan mendengar
tanggapan dari satu penjawab saja. Dari jawaban
tersebut Anda hanya dapat menyimpulkan proses
belajar pada si penjawab tersebut. Bagaimana
dengan peserta lainnya: apakah mereka memahami topik yang dibicarakan? Ini agar Anda
yakin bahwa proses belajar terjadi juga pada
peserta lainnya:
l Sesudah satu orang menjawab, sekali-sekali
tanyakan kepada yang lain apakah mereka
setuju dengan jawaban itu;
l Dapatkan jawaban dari peserta lainnya. Cara
ini juga bermanfaat untuk memeriksa apakah
semua orang mengikuti pokok pembicaraan;
l Cobalah untuk menggabungkan metode
tanya-jawab dengan metode lain, yang
memungkinkan peserta mempraktikkan apa
yang sudah dipelajari.
Kelihatannya ini persoalan berat, tapi peme
cahannya sangat sederhana: Akui saja bahwa
Anda tidak tahu. Pengakuan ini sama sekali tidak
akan merusak kredibilitas Anda sebagai fasilitator.
Hal ini malah jauh lebih baik, daripada Anda
memberikan jawaban yang lemah dan meragukan.
Anda bukan orang yang ahli dalam semua hal.
Sesudahnya, cobalah untuk bersama-sama
memikirkan jawabannya.
Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR
25