MANUAL PELATIHAN HAM KORPS BRIGADE MOBIL (BRIMOB) KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA 2018
e. Bermain Peran (Role Play)
Peserta pelatihan diminta untuk melakukan peran tertentu dan menyajikan
“permainan peran”, melakukan “dialog-dialog” serta mempraktekkan materi/
skenario dengan menekankan pada karakter, sifat, atau sikap yang akan dianalisa.
Bermain peran haruslah mengungkapkan suatu masalah atau kondisi nyata yang
akan dipergunakan sebagai bahan diskusi atau pembahasan materi tertentu.
Dengan demikian, setelah selesai melakukan peran, langkah penting berikutnya
adalah menganalisa hasil permainan peran tersebut. Para peserta diminta untuk
mengemukakan pengalaman dan perasaan mereka berkaitan dengan peran yang
dimainkan. Untuk itu fasilitator harus mempersiapkan skenario dan membagi tugas
di antara peserta, serta kelengkapan lain sebagai bahan analisis yang diperlukan.
f.
Simulasi
Menurut Pusat Bahasa Depdiknas (2005) simulasi adalah satu metode pelatihan
yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan (imakan) yang mirip dengan
keadaan yang sesungguhnya; simulasi: penggambaran suatu sistem atau proses
dengan peragaan memakai model statistic atau pemeran.
g. Paparan Narasumber
Metode paparan narasumber adalah metode yang paling sering digunakan dalam
berbagai pelatihan, meskipun sebenarnya paparan narasumber ini tidak senada
dengan metode partisipatori karena selain pada sesi tanya jawab dan tanggapan,
partisipasi dari para peserta pelatihan tidak terjamah. Dalam paparan narasumber
ini, narasumber akan dibantu oleh seorang moderator, yang biasanya juga adalah
fasilitator. Fasilitator harus pintar untuk memilih narasumber yang sesuai dengan
metode partisipasi ataupun mengantisipasi narasumber yang menggunakan
komunikasi satu arah. Pemilihan narasumber harus didasarkan pada kompetensi
yang sesuai dengan materi yang sudah disusun. Biasanya dalam sebuah pelatihan,
materi yang menggunakan metode paparan narasumber tidak lebih dari tiga materi.
h. Tanya jawab
Selain metode diskusi kelompok, metode tanya jawab adalah metode yang biasa
digunakan dalam berbagai macam pelatihan dan metode yang paling dasar dalam
pelatihan partisipatif. Tanya-jawab memungkinkan komunikasi intensif antara
fasilitator dengan peserta. Metode ini paling baik digunakan jika peserta pelatihan
sekurangnya memiliki pemahaman dasar mengenai masalah yang dibicarakan, atau
memahami kaitan antara satu masalah dengan yang lain. Jika peserta tidak memiliki
pemahaman tentang satu hal, fasilitator tetap dapat merumuskan pertanyaan
dengan menggunakan analogi atau mengambil contoh dari kehidupan sehari-hari.
i.
Komidi Putar-Jaga Warung
Komidi putar biasa disandingkan dengan metode jaga warung. Dalam metode ini,
peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi kecil. Satu kelompok diskusi
dibagi menjadi dua tugas, yang pertama tugas mengunjungi kelompok diskusi
lain dengan cara berputar (miripkomidi putar), yang kedua tugas untuk menerima
kunjungan dari kelompok diskusi lainnya (seperti orang yang sedang jaga warung).
8