Temuan
FAKTA-FAKTA
Sebuah comfort station didirikan di Shanghai ... pada 1932 [dan]
diasumsikan bahwa sejak saat itu sampai dengan b
erakhirnya Perang
Dunia II... sejumlah comfort station lainnya terus menerus didirikan.
Yang telah dikonfirmasikan diantaranya adalah: Jepang, Cina, Filipina,
Indonesia, daerah yang dulu bernama Malaya, Thailand, daerah yang
dulu bernama Burma, daerah yang dulu bernama New Guinea, Hong
Kong, Makau, dan daerah yang dulu bernama French Indochina...jumlah
total “comfort women” tidak dapat dipastikan karena tidak ada dokumen
yang ditemukan...Namun, dengan mempertimbangkan kenyataan ...
bahwa “comfort stations” beroperasi di begitu banyak wilayah dan dalam
jangka waktu yang panjang, dapat dipastikan bahwa jumlah “comfort
women” yang ada sangatlah besar...
Banyak “comfort stations” yang dikelola oleh operator swasta, tetapi di
beberapa daerah dikelola secara langsung oleh m
iliter Jepang. Militer
Jepang terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam pendirian dan
pengelolaan “comfort stations” dengan cara-cara s eperti memberikan izin
untuk membuka fasilitas, menyediakan perlengkapannya dan kemudian
merancang peraturan untuk “comfort stations” seperti menentukan jam
operasi, tarif dan juga aturan keamanan dalam penggunaan fasilitas
tersebut...
Di wilayah perang, perempuan-perempuan ini dipaksa b
ergerak
mengikuti tentara, terus menerus dikontrol militer,dirampas
kebebasannya dan dijebloskan kedalam kesengsaraan..
Kebanyakan, pihak perekrut swastalah yang melakukan r
ekrutmen
para “comfort women” atas permintaan “comfort Station” dan mengikuti
instruksi penguasa militer.
Terdesak oleh m
eningkatnya kebutuhan
“comfort women” ,seiring menyebarluasnya peperangan, para perekrut
kerap menggunakan paksaan dan intimidasi terhadap para perempuan,
dan bahkan dalam beberapa kasus personil administrasi militer sendiri
yang langsung terlibat dalam perekrutan...
Militer Jepang menyetujui permintaan [untuk m
engangkut] “comfort
women” ... dan Pemerintah Jepang menerbitkan sertifikat identitas.
Cukup banyak yang dibawa ke area perang m
enggunakan kapal dan
kendaraan militer, dan tidak jarang pula mereka ditinggalkan begitu saja
apabila terjadi kekacauan dan tentara melarikan diri karena kalah 71.
49