PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
Dokumen yang disebut di atas hanya mewakili sebagian dari bukti
dokumen yang diserahkan untuk catatan persidangan mengenai
tanggung jawab pejabat tinggi Jepang sebagai pendiri dan pengelola
sistem perbudakan seksual.
D. DEKLARASI DAN PENGAKUAN DARI NEGARA JEPANG
Hingga tahun 1992, Pemerintah Jepang menyangkal keterlibatan militer
atau negaranya dalam pemaksaan perempuan belia dan d
ewasa masuk
ke dalam “comfort system”. Ketika para penyintas mulai bersuara dan
para peneliti independen menemukan dokumen m
emberatkan yang
menempatkan Jepang di bawah tekanan domestik dan internasional,
sejumlah pejabat membuat pengakuan penting
walaupun
p
arsial
mengenai tanggung jawab negara tersebut.
Pada 13 Januari 1992, dua hari setelah Profesor Yoshimi m
engumumkan
penemuan enam dokumen yang memberatkan, Kepala Sekretaris
Kabinet Kato Koichi mengeluarkan pernyataan publik bahwa
“
keterlibatan militer Jepang [dalam “comfort system”] adalah tidak
terbantahkan.” 69.
Pada 4 Agustus 1993, Pemerintah Jepang menerbitkan laporan hasil
investigasi dan survei dokumen yang dilakukan pemerintah, berjudul
“tentang Comfort Women di Masa Perang” 70. Diterbitkan oleh Cabinet
Counsillor’s Office of External Affairs, laporan ini b
erisi pengakuan yang
diperhalus tapi tetap signifikan. Laporan tersebut menyajikan temuantemuannya seperti ini:
Comfort stations didirikan sebagai jawaban atas permintaan penguasa
otoritas militer di masa itu...
Comfort station [didirikan karena adanya] kebutuhan untuk mencegah
sentimen anti-Jepang karena pemerkosaan dan tindakan
melawan
hukum lainnya yang dilakukan personel militer Jepang terhadap
penduduk lokal di wilayah-wilayah penguasaan Jepang [dan]
kebutuhan untuk mencegah menurunnya kekuatan tentara sebagai
akibat dari penyakit kelamin dan penyakit lainnya, serta kebutuhan
untuk mencegah spionase/mata-mata....
48