PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
2. Laporan Sekutu
Dua laporan dari Sekutu tentang wawancara dengan perempuan
dari “comfort station” di Burma mengkonfirmasikan bahwa Tentara
Kekaisaran Jepang terlibat secara langsung maupun tidak langsung
dalam pendirian dan pengelolaan sistem perbudakan seksual, serta
menguatkan pernyataan bahwa Sekutu memiliki bukti atas sifat koersif
dari “comfort system”.
Dua laporan Sekutu tersebut dibuat berdasarkan informasi yang
diperoleh dari hasil interogasi yang dilakukan di Burma terhadap
“20 gadis-gadis penghibur (comfort girls) Korea” yang ditempatkan di
“comfort stations”. Selain itu, dua warga sipil Jepang, yaitu pasangan
yang diidentifikasi sebagai pengelola perempuan-perempuan tersebut
juga diwawancarai. Laporan menunjukkan bahwa para perempuan
dan kedua warga sipil Jepang “ditangkap” oleh tentara Sekutu dan
ditahan tentara Amerika Serikat di dalam sebuah benteng. Interogasi
ini dilakukan dari 20 Agustus sampai 10 September 1944, oleh U.S.
Office of War Information Pyschological Warfare Team yang merupakan
bagian dari tentara Amerika Serikat di medan perang India-Burma.
Hasil interogasi disusun kemudian dipublikasikan dalam “U.S. Office of
War Interrogation Report No.49” (“OWI Report”) 65. Semula diklasifikasi
sebagai “Rahasia” oleh Amerika Serikat, laporan OWI juga menyinggung
“laporan lain yang menunjukkan bahwa ‘comfort girls’ ... (telah) ...
ditemukan pada semua lokasi di mana tentara Jepang terlibat dalam
peperangan.” Laporan kedua, yang juga merupakan dokumen militer
Amerika Serikat, juga dibuat berdasarkan wawancara dengan 20
“comfort women” dan dua pengelola/pemilik, dan diberi judul “SEATIC
Psychological Warfare Interrogation Bulletin No.2” (“SEATIC Bulletin”) 66.
Walaupun pihak yang diwawancara sama, tidak d
iketahui apakah kedua
laporan ini dibuat berdasarkan wawancara yang sama atau terpisah.
Laporan OWI dan Buletin SEATIC memberikan informasi berharga
mengenai kondisi di dalam “comfort stations” dan rincian
praktek
rekrutmen. Meskipun berbeda dalam beberapa aspek, dapat
disimpulkan bahwa kedua laporan ini dibuat berdasarkan interogasi
terhadap individu yang sama, dalam periode waktu yang sama. Para
hakim membaca keduanya secara bersamaan guna membandingkan
informasi yang terkandung di dalamnya.
44