Pengantar dan Latar Belakang
dari PENGADILAN
perkosaan dan perbudakan seksual, serta bahwa mereka memiliki
kemampuan mencegah perbuatan itu. Menurut amicus, para terdakwa
tidak menyadari kadar keterpaksaan para perempuan dalam melakukan
layanan seksual dan tidak menyadari bahwa para perempuan tersebut
dipelihara didalam
kondisi yang serupa dengan perbudakan.
Bahkan,kalaupun terdakwa berpengetahuan mengenai hal-hal tersebut,
mereka tidak memiliki kekuatan riil untuk mencegah atau menghentikan
situasi tersebut.
(g) Sifat ”Comfort System” yang Non-Koersif
Sejumlah anggota Pemerintah Jepang berargumen bahwa ”comfort
women” tidak direkrut secara paksa dan ditawan sebagai budak seks
dalam kondisi perbudakan, tetapi mereka adalah pekerja seks yang mau
dibayar untuk jasanya dan bebas untuk pulang ke kampungnya setelah
kontrak mereka selesai 24.
(h) Imunitas Kaisar HIROHITO
Seorang amicus berargumen bahwa Kaisar Jepang memiliki imunitas
mutlak di bawah hukum internasional dan Konstitusi yang berlaku pada
masa perang. Lebih jauh, ia mengajukan dampak negatif pada masyarakat
Jepang apabila Kaisar HIROHITO dituntut untuk bertanggung jawab
atas tindak kejahatan yang terjadi pada masa Perang Asia-Pasifik. Adalah
tidak bijaksana jika Pengadilan menuntutnya karena Kaisar merupakan
”lambang negara dan persatuan rakyat” 25. Ada juga klaim bahwa Kaisar
tidak memiliki kekuasaan riil, ia hanya merupakan figur pemimpin dan
karena itu tidak dapat dimintai pertanggungjawaban.
2. Argumen-argumen Mengenai Tanggung Jawab Negara:
Pengajuan Kompensasi dan Ganti Rugi
Bermula pada 1992, Pemerintah Jepang dan sejumlah pejabat mulai
menyadari sifat koersif suatu ”comfort system” dan mengakui bahwa
pemerintah terlibat dalam pembentukan sistem tersebut 26. Namun
terlepas dari pengakuan itu, Pemerintah Jepang telah mengemukakan
berbagai argumen pada forum lainnya, menyatakan bahwa mereka
tidak memiliki tanggung jawab untuk memberi kompensasi kepada
para korban perbudakan seksual militer Jepang di masa perang.
Argumen-argumen tersebut pada umumnya serupa dengan argumen
19