Temuan
FAKTA-FAKTA
sampai di lapangan sekolah, tentara Jepang memisahkan laki-laki
dengan perempuan, kemudian mengikat sejumlah laki-laki menjadi
satu dan memaksa mereka berdiri di terik matahari, tanpa makanan dan
air minum. Tentara kemudian mulai menyiksa dan memukuli para lakilaki.
Sejumlah saksi menyatakan mereka menyaksikan keluarga atau
tetangga mereka disiksa atau dibunuh. Manimbo Alonzo menyaksikan
ayahnya dibacok dan dipukuli oleh seorang tentara Jepang, yang
kemudian meninggal akibat luka-luka yang dideritanya. Maxima R
egala
de la Cruz menyaksikan ayahnya meninggal akibat sebuah bom yang
meledak di dekatnya. Petronila Ocampo de la Cruz m
enyaksikan saudara
laki-laki dan ayahnya diseret-seret dengan tangan diikat di punggung
mereka, dan dipukuli, sampai seluruh tubuh ayahnya
berlumuran
darah dan ia b
erasumsi b
ahwa ayahnya telah tewas. L ucila H
ernandez
Payawal menyaksikan saudara perempuan dan
l
aki-lakinya terluka
oleh sebuah bom yang meledak dekat kapel desa. Senaida Punzalan
de la Cruz menyaksikan penyiksaan paman-pamannya, yang diikat dan
digantung dalam p
osisi terbalik, supaya mau mengaku bahwa mereka
adalah gerilyawan. Mereka tidak mau mengaku dan terus minta air
minum. Ia b
ersaksi bahwa seorang tentara merespon d
engan memeras
kotoran kerbau dan memaksa paman-pamannya untuk meminumnya.
Fermina Bulaon de la Pena menyaksikan saudara laki-lakinya, Tomas
Bulaon, dibawa ke balkon dalam kondisi tangan terikat dan kepala
tertunduk. Ia mengatakan, “Tentara menghunus pedangnya, lalu
menusuk saudara saya di punggung.” Florencia Macapagal de la Pena
menyaksikan saudara laki-lakinya ditembak. Tarcila Mangulabnan
Sampang dipaksa m
enyaksikan penyiksaan seksual ayahnya, yang telah
diisolasi karena seorang informan menunjuknya sebagai gerilyawan.
Ia berkata, “Ayah saya d
ipisahkan dari laki-laki lain di desa. Ia satu-s
atunya. Mereka memukulinya tanpa henti, lalu mencopot pakaiannya.
Mereka kemudian memotong penisnya. Ia berdiri berlumuran darah,
dan
mereka m
enyayat-nyayat dagingnya di hadapan kami. Mereka
k
emudian m
emaksanya memakan dagingnya sendiri. Saya melihat
ayah disiksa di depan mata dan saya tidak dapat melakukan apa-apa.”
Beberapa saksi lainnya juga bersaksi mengenai insiden ini.
Setelah puas menyiksa dan membunuh sejumlah besar laki-laki, t entara
Jepang membawa mayat-mayatnya, juga para laki-laki yang masih
hidup ke dalam bangunan sekolah, kemudian m
embakarnya. Banyak
139
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents