Temuan FAKTA-FAKTA Bagian selanjutnya membahas tentang salah satu dari sekian ­banyak insiden kekerasan seksual yang dilakukan di luar konteks “comfort ­ stations”. Kemudian diikuti bagian yang berisi temuan kami tentang penderitaan berkelanjutan yang dialami para penyintas “comfort ­ ­stations” dan pemerkosaan di Mapanique. H. PEMERKOSAAN DI MAPANIQUE Kendati telah tersedia “comfort stations”, militer Jepang sering ­memerkosa perempuan lokal pada masyarakat yang dikuasai atau diduduki, sebagai bagian dari strategi perang maupun akibat kontrol yang tidak efektif. Kejahatan ini tidak dituntut oleh IMTFE. Pemerkosaan perempuan-perempuan di Mapanique, Filipina, yang menjadi dasar dari Tuduhan 3 Tuntutan Bersama, adalah sebuah contoh dari sekian banyak kejahatan perkosaan yang dilakukan pada masa perang. Ketika perempuan Korea dan Filipina mulai mengangkat isu p ­ erbudakan seksual pada tahun 1990-an, para perempuan di ­Mapanique ­memutuskan mereka juga harus menyuarakan kejahatan yang d ­ilakukan militer Jepang terhadap mereka, maka bergabunglah sejumlah p ­enyintas k­edalam organisasi penyintas kekerasan seksual, Malaya Lola. S­olidaritas mereka kepada “comfort women” yang masih hidup, serta upaya ­mereka mencari keadilan, dan kepentingan untuk menguak tabir sejarah serta mengakhiri impunitas kejahatan seksual yang d ­ ilakukan militer Jepang, membuat Tuduhan 3 dimasukkan ke dalam Tuntutan Bersama, yang akan kita bahas berikut ini. 31 orang saksi kejahatan Mapanique, telah memberikan kesaksian melalui video atau pernyataan tertulis kepada Pengadilan, dan d ­ engan demikian telah memberikan kesempatan bagi para Hakim untuk m­endapatkan gambaran yang terperinci mengenai kejadian pada masa itu. Bukti-bukti lain mengenai kejadian di Mapanique juga telah masuk ...... Dokumen resmi Jepang juga memberikan penjelasan tentang latar belakang militer dan tujuan penyerangan yang dilakukan. Pada 23 November 1944, dimulai saat fajar, militer Jepang membom ­Mapanique dan sekitarnya, di Candabam Pampanga, Filipina. S­ erangan ini bukan yang pertama; serangan-serangan sebelumnya hampir ­selalu disertai penangkapan, penahanan, dan eksekusi orang-orang b ­ arrio. 137

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents