Temuan
FAKTA-FAKTA
anya tertawa, kemudian memperkosanya juga. Seperti catatan
h
terdahulu, beberapa saksi bersaksi bahwa para dokterlah yang pertama
kali memperkosa mereka begitu mereka tiba.
Sejumlah saksi bersaksi mengenai perawatan medis yang m
elemahkan
mereka, dan dilakukan hanya untuk menekan gejala-gejala yang
membuat mereka tidak bisa terus “bekerja”. Perawatan medis yang
paling terkenal adalah suntikan ”no.606”, yang diidentifikasi sebagai
salvarsan, suatu senyawa arsenik293. Ha Sang-Sook dan Kim Gun-Ja
bersaksi perawatan ini diberikan untuk penyakit s ifilis. Kesaksian mereka
dikonfirmasi oleh kesaksian ahli. Menurut
kesaksian ahli,
salvarsan
bukanlah obat yang baik untuk penyakit menular s eksual, tapi hanya
obat instan yang bersifat sementara. Akibatnya, para perempuan terkena
infeksi berulang kali pada saat tubuh mereka s edang berjuang melawan
infeksi yang telah terjadi sebelumnya. Kim Bok-Dong bersaksi bahwa
setiap perempuan diberikan injeksi “606” beberapa kali sebulan tidak
peduli jenis infeksi yang dideritanya, dan bahwa obat itu menyebabkan
bau yang aneh serta sakit kepala.
Beberapa perempuan belia dan dewasa menjadi korban dari tindakan
medis yang dilakukan secara paksa. Yuan Zhulin bersaksi bahwa
pengelola fasilitas perbudakan seksual telah secara paksa mengoleskan
obat kontrasepsi cair pada alat kelaminnya, yang menyebabkan
pendarahan dan rasa sakit selama lebih dari satu bulan. Ia juga d
iberikan
suntikan secara paksa, yang menurutnya telah membuat dirinya m
enjadi
tidak subur.
Selain pemeriksaan dan perawatan medis secara paksa, sejumlah
perempuan belia dan dewasa dipaksa melakukan aborsi. B
eberapa
saksi bersaksi mengenai diberikannya “obat” untuk mendorong
terjadinya aborsi. Lin Shen-Chung (Iyang-Apay) bersaksi bahwa mereka
wajib memberitahu dokter jika dalam waktu sebulan tidak kunjung
mendapatkan menstruasi, maka dokter akan memberikan obat aborsi.
Ada bukti tambahan tentang kekejaman yang dilakukan terhadap
“comfort women” yang hamil. Sebagai contoh, Pak Yong-Sim bersaksi
ia melihat tentara Jepang menusuk perut seorang perempuan yang
sedang hamil. Para Jaksa Penuntut juga mempresentasikan bukti bahwa
tentara Jepang mengeluarkan janin dari seorang perempuan yang
hamil menggunakan pedang.
127
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents