PENGADILAN RNASIONAL PERANG INTE UAN N TA KEJAHA REMP TERHADAP PE SEMBER 2001 DE 4 N SA TU KEPU badanmu kesana-kemari. [Ia] mengancam akan menyayat leher saya. Saya berkata “tidak, mohon jangan lakukan.” Selain diperkosa tanpa henti, Rosalind Saw juga harus mengalami pemeriksaan medis yang sangat tidak nyaman setiap minggu. A ­ kibat pemerkosaan itu, ia hamil dan setelah melahirkan - -aborsi ­terlarang disana--ia masih harus tinggal di rumah sakit selama hampir satu ­bulan. Setelah perang berakhir, Rosalind Saw pulang ke rumahnya dan ­membesarkan anak-anaknya. Seorang saksi, Ms.X, bersaksi menggunakan nama samaran. Pada 1942, dua truk berisi tentara Jepang berhenti di depan rumah Ms.X. Tiga ­tentara Jepang bergantian memperkosa Ms.X, lalu memaksanya masuk ke truk. Para tentara membawanya ke sebuah pondok di Kuala Lumpur, memperkosanya beramai-ramai setiap malam, kadangkala oleh lima atau enam orang setiap kalinya. Ia ditahan di pondok itu selama sebulan, lalu dipindahkan ke sebuah “comfort station”. Ms.X menceritakan pengalamannya: Hidup saya di “comfort station” sangat tidak manusiawi. Setiap hari, saya diperkosa oleh 10 sampai 20 tentara Jepang. Saya menderita kram ­perut....dan perdarahan di vagina. Karena menahan sakit, kadangkala saya tidak dapat melakukan aksi seksual dan akibatnya dipukuli dan ditendangi oleh tentara Jepang. Setiap gerakan kami diawasi dan kami tidak diperbolehkan keluar rumah. Kami juga dilarang berbicara dengan sesama penghuni lainnya. Pengelola “comfort station” pernah mengizinkannya keluar dengan disertai pengawal, untuk mencari saudara prianya di antara mayat-mayat. Tetapi ia harus cepat kembali. Ms.X ditawan sebagai “comfort woman” sampai beberapa saat sebelum pihak Jepang menyerah. Kendati bisa pulang ke desanya, ia terpaksa harus pergi meninggalkannya karena warga desa terang-terangan membencinya dan memperlakukannya sebagai orang buangan karena pernah menjadi “comfort woman”. Ia bertemu seorang lelaki yang kemudian menikahinya meski tahu ia sudah tidak perawan, di kota lain. Ia tidak pernah memberitahu suaminya mengapa ia tidak perawan. Ms.X tidak bisa mengandung, sehingga ia dan suaminya mengadopsi dua orang anak. Akhirnya suaminya meninggalkannya karena Ms.X benci melakukan hubungan seks dan menolak untuk berhubungan seks dengan suaminya. 94

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents