PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
Ada koridor di tengah-tengah bangunan dengan kamar-kamar berjejer
di setiap sisinya. Adat 30 kamar. Setiap perempuan menghuni satu kamar.
Kamar-kamar disekat dengan kayu lapis sehingga orang bernapas di
kamar sebelah bisa terdengar. Ukuran kamar sangat kecil dan hanya
berisi sebuah kasur yang diletakkan di atas kerangka kayu pada lantai
semen. Setiap kamar ditandai dengan nomor dibagian atas dan nama
“comfort woman” di bawahnya..... Didalam lingkungan “comfort station”,
bukan hanya nama yang berubah menjadi nama Jepang; kami juga
harus selalu menggunakan bahasa Jepang.
Petugas medis yang memeriksa Kim Bok-Dong saat pertama kali tiba
memerkosanya beberapa hari kemudian. Ia mengatakan:
Karena ketakutan, saya berusaha melarikan diri melalui jalan belakang
lalu bersembunyi, tapi ia berhasil menemukan saya dan kemudian
menampar kedua pipi saya dengan keras. Sedemikian kerasnya, sampai
seluruh muka saya mati rasa. Ia memaksa saya melakukan p
erintahnya,
dan tidak boleh tidak. Saya kira, kalau melawan, saya s
endirilah
yang akan menderita. Jadi, saya memaksakan diri untuk menuruti
perintahnya. Tetapi, karena itu merupakan yang pertama bagi saya,
sakitnya tidak tertahankan. Saya mengalami pendarahan dan rasanya
sakit seperti d
irobek-robek. Vagina saya membengkak, terasa seperti
terbakar, sehingga saya sampai tidak bisa kencing. Keesokan harinya
saya dan dua perempuan lain membicarakan mengenai kemungkinan
untuk bunuh diri.
Kim Bok-Dong melanjutkan penuturan pengalamannya di fasilitas
perbudakan seksual:
Rata-rata 15 tentara datang setiap hari. Namun pada akhir pekan
jumlahnya bisa melebihi 50. Pada hari Sabtu tentara yang terdaftar
datang antara tengah hari sampai pukul 5 sore, dan pada hari Minggu
dari pukul 8 pagi sampai 5 sore. Mereka sudah harus pergi pada pukul
5 sore, ketika polisi militer datang melakukan cek. Para perwira datang
pada pukul tujuh malam, dan banyak di antara mereka yang menginap.
Jika vagina saya bengkak dan sulit dimasuki, para tentara m
engoleskan
semacam cairan pada kondomnya dan kemudian memaksakan masuk.
Jika saya tidak tahu tengah mulai menstruasi, lalu ada tentara yang
m
elihat darahnya, ia akan marah, kemudian menampar muka dan
memukuli saya.
82
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents