tersebut adalah Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Irak, Kirgistan, Korea
Selatan, Maladewa, Malaysia, Mongolia, Nepal, Oman, Qatar, Selandia Baru,
Sri Lanka, Thailand, serta Timor Leste. Dari negara-negara tersebut, hanya
Kirgistan yang mengisi tautan pertanyaan tertulis lanjutan yang dikirimkan
melalui surat elektronik. Keterbatasan sumber daya dan juga tidak adanya
pembaharuan yang cukup signifikan dari survei tahun 2020 disebutkan oleh
salah satu negara menjadi alasan ketidakbersediaan partisipasi dalam kegiatan
lanjutan melalui pertanyaan tertulis tersebut.5
Data dari Komnas HAM terutama didapatkan melalui proses wawancara
yang diadakan pada 21 Desember 2021, sedangkan perolehan data dari
Ombudsman Office of the Kyrgyz Republic dan ICHR terutama didapatkan dari
pertanyaan tertulis peneliti dengan judul “Follow Up Study on Komnas HAM’s
Survey on NHRIs in Asia Pacific”.6 Peneliti juga melakukan proses wawancara
kepada ICHR pada 14 Desember 2021. Pertanyaan yang ditanyakan kepada
Komnas HAM, Ombudsman Office of the Kyrgyz Republic, dan ICHR tercermin
dari judul sub-bab pada bab yang membahas masing-masing pihak tersebut di
bawah ini, yaitu fokus pada tujuh hal sebagai berikut: prioritas hak asasi
manusia pada TPB, kegiatan strategis TPB, pengawasan TPB, tantangan dalam
TPB, optimalisasi kegiatan TPB, solusi menghadapi tantangan dalam TPB, dan
manfaat berbagi pengalaman TPB antar-negara. Namun demikian, perlu
disampaikan, pada penelitian ini Ombudsman Office of the Kyrgyz Republic
baru menjawab lima pertanyaan utama yang diberikan pada pertanyaan tertulis
dengan judul “Follow Up Study on Komnas HAM’s Survey on NHRIs in Asia
Pacific”.7 Dua pertanyaan susulan yang diberikan pada pertanyaan tertulis
mengenai solusi untuk menghadapi tantangan pada TPB serta manfaat berbagi
pengalaman TPB antar-negara belum sempat dijawab oleh Ombudsman Office
of the Kyrgyz Republic.8
Selain itu untuk melengkapi jawaban yang diberikan pada wawancara
dan pertanyaan tertulis di atas, data juga diambil dari berbagai sumber antara
lain dari webinar “The Role of NHRIs in Monitoring SDGs Achievements in their
National Context” yang diadakan pada tanggal 22 November 2021 beserta
5
Natasha de Silva (Australian Human Rights Commission), surat elektronik kepada Ulya
Yasmine Prisandani, “RE: NHRI Follow Up Survey for the Australian Human Rights
Commission”, 8 November 2021.
6 “Follow Up Study on Komnas HAM’s Survey on NHRIs in Asia Pacific”, pertanyaan tertulis
dilakukan oleh Tim Peneliti pada penelitian ini berkolaborasi dengan Danish Institute for Human
Rights dan Komnas HAM, pertanyaan tertulis dikirimkan pada tanggal 12 November 2021 dan
dijawab pada tanggal 14 November 2021 oleh perwakilan Palestina dan pada tanggal 16
November 2021 oleh perwakilan Kirgistan (selanjutnya: “Follow Up Study on Komnas HAM’s
Survey on NHRIs in Asia Pacific”).
7 Ibid.
8 Ulya Yasmine Prisandani, surat elektronik kepada Askat Azarbekov (Ombudsman Office of the
Kyrgyz Republic), “Further Questions for Kyrgyz Ombudsman: Survey for Follow Up Study of
NHRI”, 16 Desember 2021.
2