“kami membuat sistem di dalam seperti rumah, mereka adalah anggota keluarga.
“kami membuat sistem di dalam seperti rumah, mereka adalah anggota keluarga.
Kita
Kitaberikan
berikanterapi
terapietika,
etika,kita
kitaajak
ajakmereka
merekakekemall,
mall,kita
kitaberdayakan
berdayakanmereka
mereka
denganbekerja
bekerjamelipat
melipatkemasan
kemasan produk
produk dan kita berikan
berikan upah
dengan
upah Rp
Rp 100,100,- per
per
kemasanyang
yangmereka
mereka lipat,
lipat, itu
itu membuat
membuat mereka
Memang
tidak
kemasan
merekamerasa
merasapenting.
penting.
Memang
tidak
semua bisa bekerja melipat kemasan, ada yang hanya bisa menemani temannya
bekerja, ya kita minta mereka untuk menemani temannya yang sedang bekerja,
bekerja,
ya kita
minta
mereka
untuk
menemani
temannya
sedang bekerja,
kita membuat
peran
mereka
penting
semua.”
(Wawancara
Ibu Ngisti,yang
23 November
2017)
semua bisa bekerja melipat kemasan, ada yang hanya bisa menemani temannya
kita membuat peran mereka penting semua.” (Wawancara Ibu Ngisti, 23 November 2017)
Panti ini menetapkan standar tertentu tingkatan gangguan yang dialami PDM yang bisa diterima di panti rehabilitasi ini, ketika dianggap PDM
tidak mampu ditangani oleh panti, maka panti ini tidak akan menerima PDM
namun dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa terdekat untuk ditenangkan. Setelah
kondisi PDM memungkinkan baru dapat menjalani terapi di panti ini. tim
observer tidak diperkenankan mengambil gambar kondisi di dalam panti
secara keseluruhan, hanya diijinkan mengambil 1 buah gambar ketika PDM
penghuni panti sedang makan siang bersama.
Gambar 9. PDM Penghuni Pondok Pemulihan Sahabat sedang makan siang bersama
Sumber: Dokumentasi Komnas HAM, 2017.
24