“pantiini iniberdiri berdiri sejak sejak 1996 1996 sejak pesantren Ar-Ridwan “panti sejakbapak bapakmembuka membukapondok pondok pesantren Ar-Ridwan ini. beberapa kali memang berhubungan dengan orang-orang pemerintah ini. beberapa kali memang berhubungan dengan orang-orang pemerintah seperti Dinsos. bantuan dari Dinsos ada, tapi jumlahnya tidak banyak hanya seperti Dinsos. bantuan dari Dinsos ada, tapi jumlahnya tidak banyak hanya untuk formalitas sajalah saya pikir, pa­ling setahun 2 kali. kegiatan operasional untuk formalitas sayadari pikir,keluarga pa­ling setahun 2 kali. kegiatan biasanya banyak sajalah bersumber pasien seikhlasnya, dan operasional bantuan donor dari banyak donatur dan dari yayasan sendiri.” (wawancara Aziz, 22 November 2017) biasanya bersumber dari keluarga pasienAbdul seikhlasnya, dan bantuan donor dari donatur dan dari yayasan sendiri.” (wawancara Abdul Aziz, 22 November Lingkungan panti cukup luas sekitar 3000m2 dengan daya tampung mencapai ratusan orang, PDM penghuni laki-laki dipisah dengan PDM peng­huni perempuan. Pegawai yang mengurus keperluan PDM penghuni perempuan harus juga perempuan, terkecuali ketika PDM perempuan kambuh dan pegawai perempuan tidak dapat menangani, barulah pegawai laki-laki yang turun tangan. PDM penghuni panti dikurung dalam sebuah sel berpintu teralis mirip penjara. Sel laki-laki terlihat lebih kumuh jika dibandingkan dengan sel perempuan. Gambar 5. Sel Khusus Perempuan Panti Ar-Ridwan Cilacap. Sumber: Dokumentasi Komnas HAM, 2017 19

Select target paragraph3