yang terkait dengan kelompok rentan seperti
penyandang disabilitas. Sementara lokasi dan
target sasaran kegiatan humas dan kampanye
sangat beragam merujuk pada perencanaan
program dan isu menonjol sepanjang 2010.
Kegiatan humas dan kampanye pada 2010
secara lebih rinci dapat dilihat dalam tabel
kegiatan berikut ini:
Tabel 2.
Pelaksanaan Fungsi Penyuluhan oleh Unit Kerja Humas dan Kampanye
No
Kegiatan
Waktu/Tempat
Output
1
Partisipasi dalam
Memperingati Hari Kusta
Se-Dunia (World Leprosy
Day)
25 Januari 2010 Taman
Menteng, Jakarta Pusat
Tersebarnya informasi tentang hak-hak
Orang Dengan Kusta ke masyarakat
Kerja sama dengan
Kementerian Kesehatan,
Yayasan Perhimpunan
Mandiri Kusta (Permata)
dan staka holder lainnya
2
Focus Group Discussion
(FGD) Diskriminasi Layanan
Perbankan terhadap
Penyandang Cacat
Di Indonesia
27 Januari 2010/ Jakarta
1. Terkumpulnya fakta, data, dan informasi
tentang kasus-kasus diskriminasi layanan
perbankan terhadap penca di Indonesia.
2. Terkumpulnya fakta, data, dan informasi
tentang availability (ketersediaan) layanan
perbankan khusus penca di Indonesia.
3. Terkumpulnya fakta, data, dan informasi
tentang accessibility (adanya akses)
layanan perbankan khusus penca di
Indonesia.
4. Terkumpulnya fakta, data, dan informasi
tentang acceptability (dapat diterima
menurut etika dan kebudayaan) layanan
perbankan khusus penca di Indonesia.
5. Terkumpulnya fakta, data, dan informasi
tentang quality (kualitas) layanan
perbankan khusus penca di Indonesia.
6. Munculnya solusi atau rekomendasi
strategis dan taktis untuk melenyapkan
diskriminasi layanan perbankan terhadap
penca di Indonesia.
Peserta:
1. Perwakilan Instansi
Pemerintah
2. Perwakilan LSM
3. Yayasan Lembaga
Konsumen Indonesia
(YLKI)
4. Lembaga Perbankan di
Indonesia
5. Bank Indonesia
6. Lembaga Akademis
7. Staf dan Komisioner
Komnas HAM
3
FGD Anak Jalanan
4 Maret 2010/ Jakarta
Bertujuan untuk melakukan assesment
tentang persoalan anak-anak jalanan
terutama dalam konteks HAM
Hasilnya : Penataan database tentang
anak jalanan, kebijakan program bersama
lintas kementerian untuk penanganan anak
jalanan, public campaign, pendidikan untuk
pemberdayaan anak-anak jalanan
Diikuti oleh unsur
kementerian terkait, jajaran
pemerintah DKI Jakarta,
KPAI, Komnas Anak,
UNICEF dan organisasi
pendamping anak jalanan
(NGO, Rumah Singgah,
Yayasan)
4
Focus Group Discussion
Hak Sipil & Politik, dan Hak
Ekonomi, Sosial, Budaya
18 Maret 2010 / Mataram,
NusaTenggara Barat
Tersedianya solusi untuk menyelesaikan
soal pemenuhan hak-hak sipol dan ekosob
di NTB.
Kegiatan ini di ikuti oleh
35 peserta yang terdiri
dari kalangan institusi
pemerintah, akademisi,
mahasiswa, NGO,
para tokoh parpol dan
sebagainya.
5
“Diskusi Pakar Untuk
Memilih Terminologi
Pengganti Istilah
Penyandang Cacat.”
19 - 20 Maret 2010/ Jakarta
1. Terpilihnya satu istilah pengganti istilah
Penca dari 9 usulan istilah pengganti
yang telah disepakati di Semiloka
Terminologi “Penyandang Cacat”
Dalam Rangka Mendorong Ratifikasi
Konvensi Internasional Tentang Hak-Hak
Penyandang Cacat pada 8-9 Januari 2009.
Diskusi ini dihadiri oleh
pakar komunikasi,
perwakilan dari kementerian
sosial, Komnas HAM, Pakar
bahasa, pakar HAM, pakar
penyandang cacat, pakar
psikologi, pakar filsafat,
pakar hokum, pakar isu
kelompok rentan
Hasil diskusi menyepakati
penggunaan istilah
penyandang disabilitas
sebagai pengganti istilah
penyandang cacat.
2. Tersedianya argumentasi ilmiah dengan
berbagai pertimbangan (aspek hukum,
linguistik, sosiologis, filosofis, dan
komunikasi) untuk satu istilah pengganti
istilah Penca yang telah dipilih.
96
laporan tahunan 2010
Keterangan