Ketua Komnas
negara penerima (receiving countries) untuk
HAM, Ifdhal Kasim
membahas permasalahan buruh migrant.
berselebrasi
bencana alam erupsi
dengan Yosep Adi Peristiwa
Prasetyo (Wakil
Merapi yang terjadi pada bulan November
Ketua I) dan Nur
2010 juga tidak luput menjadi perhatian
Kholis (Wakil
Ketua II) setelah
Komnas HAM. Berdasarkan pengamatan,
terpilih menjadi
penanganan korban bencana Merapi
pimpinan baru
di barak pengungsian belum berjalan
Komnas HAM
2010-2012.
secara optimal. Bahkan perlindungan
dan pemenuhan hak-hak dasar pengungsi
tampak masih terabaikan. Untuk itu,
melalui Sidang Paripurna bulan November
2010 menyimpulkan adanya dugaan unsur
pelanggaran HAM dalam pemenuhan
hak-hak pengungsi. Selanjutnya Sidang
Paripurna menugaskan Sub Komisi
Pemantauan dan penyelidikan untuk
melakukan pemantauan bencana erupsi
gunung Merapi di Yogyakarta dan
sekitarnya berkaitan dengan pemenuhan
hak-hak pengungsi.
64
laporan tahunan 2010
2. Keputusan Sidang Paripurna
Terkait Tim Ad Hoc
Selama 2010 Sidang Paripurna
Komnas HAM memutuskan untuk tidak
membentuk Tim Ad Hoc baru, namun
hanya memperpanjang masa kerja tim Ad
Hoc yang sudah ada, antara lain Tim Ad
Hoc Peristiwa 1965-1966, Tim Ad Hoc
Semburan Lumpur Panas Lapindo dan Tim
Ad Hoc Penembakan Misterius Periode
1982-1985. Tim-tim tersebut dinyatakan
dalam Keputusan Sidang Paripurna Nomor:
01/SP/I/2010 tertanggal 6 Januari 2010
dan terakhir diperpanjang kembali dengan
Keputusan Sidang Paripurna Nomor 015/
SP/XII/2010 tertanggal 22 Desember
2010.
Sidang
Paripurna
memutuskan
memperpanjang masa kerja Tim Ad Hoc
karena masih terdapat beberapa kerja/
kegiatan tim yang harus diselesaikan