Komisi Nasional Hak Asasi Manusia on Religion and Peace) Jakarta dan di PSQ Jakarta, bersama sejumlah aktivis muda NU. Karya-karyanya seputar agama, budaya dan HAM menghiasi sejumlah media, lokal maupun nasional. Di antara karya-karyanya: Civil Society versus Masyarakat Madani (1999), Post-Tradisionalisme Islam (ed. dan terj. 2000), Plesetan Lokalitas: Politik Pribumisasi Islam (2002), Islam PascaKolonial (2005), NU Studies (2007), dan Nikah Beda Agama (2010). Komisioner Ahmad Baso dalam acara Diskusi Kelompok Terfokus di Aceh. kasus pelarangan buku oleh Kejaksaan Agung. Lantas, siapa sosok pria energik ini? Ahmad Baso lahir di Makasar, 14 November 1971. Sempat mengenyam pendidikan S-1 di Fakultas Syariat Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) dan STF Driyarkara Jakarta. Ia dikenal sebagai aktivis dan peneliti. Aktivitas intelektualnya ia dedikasikan sebagai wartawan majalah (1994-1998), peneliti lepas di LP3ES (2000-2001), salah seorang pendiri Madrasah Emansipatoris (ME)-Institute for Cultural (Policy) Studies, dan koordinator aliansi Jamaah Persaudaraan Sejati (JPS). Ia pernah aktif di ICRP (Indonesian Conference Komisi Nasional Hak Asasi Manusia 31

Select target paragraph3