Komisi Nasional Hak Asasi Manusia 1995 dan menyelesaikan Program Master di Sungkong Hoe University Seoul Korea Selatan, 2008. Kiprahnya sebagai advokat dimulai saat bergabung dengan LBH Palembang dan Walhi Sumatera Selatan. Prestasinya semakin menanjak dan berbagai jabatan pernah dijalaninya. Menjabat Direktur Walhi Sumatera Selatan 1997-1999, sedangkan di LBH Palembang pernah menjabat Direktur selama dua periode yakni pada 2001-2003 dan periode 2003-2007. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Nasional Walhi periode 2005-2008. Selama berkiprah di Walhi dan LBH Palembang berbagai kasus pernah ia tangani mulai pendampingan, investigasi hingga melakukan gugatan hukum. Pada 2006 ia menjadi examinator dalam kasus meninggalnya aktivis HAM Munir. Pada tahun yang sama ia menjadi legal drafter UU Bantuan Hukum dan legal drafter UU Politik. Berbagai pelatihan hak asasi tingkat nasional maupun internasional pernah diikutinya antara lain di Bangkok, Philipina, Amerika Serikat. Aktif sebagai narasumber di berbagai acara seminar, lokakarya, baik di forum lokal, regional maupun nasional. Berbagai karya tulisannya sudah tersebar diberbagai media. Menulis dan menerbitkan buku berjudul ”Wajah Bantuan Hukum di Sumatera Selatan” pada 2005. Sejak Februari 2010 ia dipercaya memegang tugas sebagai Wakil Ketua II Komnas HAM Bidang Eksternal hingga masa bakti 2012. Wakil Ketua II Komnas HAM, Nur Kholis melakukan pemantauan langsung saat terjadi tragedi kerusuhan di makam Mbah Priuk. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia 15

Select target paragraph3