2014 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Penataan Kelembagaan yang bertugas hingga Juni 2014, Anggota Panitia Seleksi Sekretaris Jenderal Komnas HAM pada awal 2014, Anggota Tim kasus pemantauan 18 orang hilang pada 2009 yang terjadi di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Papua, Anggota Tim Kasus Penambangan Liar di Degeuwo Kabupaten Paniai Provinsi Papua, dan Wakil Ketua Tim Penyelidikan Dugaan Kriminalisasi Pimpinan KPK. —Šƒƒ†—”Š‘‹”‘ Koordinator Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan  Nurkhoiron lahir di Malang Jawa Timur pada 15 Januari 1974. Ia berhasil memperoleh gelar Sarjana Sosiologi (S.Sos) dari Universitas Gajah Mada (UGM) (1993-1999). Kemudian meraih gelar Master of Science (Msi) dari Universitas Indonesia pada 2004. Ketertarikannya pada dunia hak asasi manusia dimulai pada 1996-1997 ketika ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Komite Independen Pemantauan Pemilu (KIPP) yang bertugas melakukan pemantauan pemilu pada masa Orde Baru di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian, Ia terlibat aktif dalam aktifitas LSM Desantara Foundation yang berlokasi di Depok Jawa Barat. Lembaga ini memiliki perhatian di bidang penguatan kebebasan beragama, yang difokuskan pada isu pengembangan dialog "Agama dan Kebudayaan". Pada lembaga ini, Nurkhoiron dipercaya sebagai penanggung jawab advokasi dan perancang kegiatan penguatan media yang bertanggung jawab mengelola dan menulis Majalah Kebudayaan Desantara dan Jurnal Perempuan SRINTHIL (www. srinthil.or.id). Pada 2005, ia mengemban amanah sebagai Direktur Desantara Foundation dan menjadi produser beberapa film dokumenter yang mengangkat isu keragaman (multikultural) produksi Desantara Foundation. Selama menjabat Direktur Desantara Foundation, Nurkhoiron juga terlibat aktif dalam jaringan monitoring kebebasan beragama bersama FAHMINA dan LBH Bandung. Ia juga berperan aktif dalam Koalisi Masyarakat Sipil Revisi KUHP bersama ELSHAM, HUMA, dll. Pada 2010, ikut terlibat sebagai pengusul judicial review UU No. 1/PNPS/Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Selain aktivitasnya di Desantara, ia juga tergolong aktif membuat beberapa karya tulis, aktif sebagai dosen terbang di Universitas Paramadina, dan menjadi peneliti untuk beberapa lembaga profesional di bidang penelitian ilmu sosial. Pada Maret 2014 s.d. Maret 2015, Nurkhoiron dipercaya menjadi Koordinator Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan. Sejumlah kegiatan besar yang diharapkan memberikan dampak luas kepada masyarakat telah berhasil dilaksanakan antara lain Seminar International Global Untuk Mengakhiri Stigma dan Diskriminasi Terhadap Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) dan Anggota Keluarganya yang dilaksanakan pada 27 Januari 2014 di Hotel Grand Sahid Jaya melalui kerjasama Komnas HAM dan The Nippon Foundation. Selain itu, Nurkhoiron pun terlibat dalam sejumlah tim bentukan Komnas HAM antara lain Tim Ad Hoc Tindaklanjut Penyelidikan Pelanggaran HAM Yang Berat (peristiwa Kerusuhan Mei 1998, Wasior dan Wamena, Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II, Laporan Tahunan Komnas HAM 2014 7

Select target paragraph3