Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia 2014 Sejumlah penghargaan telah diperolehnya, antara lain penghargaan Departemen Sosial 2005 atas upayanya mendampingi anak-anak korban tsunami Aceh, membantu pemulihan trauma, serta berkontribusi mempertemukan kembali beberapa anak dengan keluarganya. Sebagai pemimpin redaksi di Global TV, timnya pernah mendapat penghargaan khusus pada Festival Film Mesir atas liputan Suku Anak Rimba yang belajar di alam dalam program feature “Sokola Rimba” 2007 dan penghargaan dari Unicef untuk film feature “ Balada Anak Jalanan” 2010. Pada 2011 Siane mengundurkan diri dari Global TV dan mencoba berwiraswasta di bidang film animasi dengan memproduksi beberapa PSA untuk TV dan radio dan menjadi PR consultant untuk beberapa event budaya. Ia juga sempat menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia. Setelah terpilih menjadi salah satu dari 13 anggota Komnas HAM periode 2012-2017, ia memilih melepaskan semua aktivitasnya yang lain dan berkonsentrasi penuh pada tugasnya sebagai komisioner Komnas HAM. Selama menjadi salah satu Komisioner di Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Siane banyak menangani berbagai kasus kekerasan yang dilakukan oknum aparat, konflik horizontal, sengketa tanah, human trafficking, perbudakan dll. Salah satu kasus yang menjadi fokus utama yang ditangani adalah tindak pidana terorisme. Sejak 2012 Siane terlibat aktif dalam melakukan upaya-upaya penyelesaian Poso dan terorisme secara komprehensif melalui pendekatan yang lebih mengutamakan upaya persuasif yang melibatkan peran serta masyarakat. Pada Maret 2014 sampai dengan Maret 2015 Siane menjabat sebaga Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM. Dalam pelaksanaan peringatan hari HAM Sedunia yang jatuh pada 10 Desember 2014 Siane ikut berperan aktif antara lain dalam pemberian Anugerah HAM kepada tokoh yang dinilai telah berjasa luar biasa dalam perlindungan, pemajuan dan penegakan HAM di Indonesia. Pada Januari 2015 Siane diangkat menjadi Anggota Tim Penyelidikan Dugaan Kriminalisasi Pimpinan KPK. ‘‹ Šƒ–—Ž•™‹†ƒŠ Koordinator Subkomisi Pengkajian dan Penelitian Roichatul Aswidah lahir di Temanggung Jawa Tengah pada 19 Maret 1970. Ia memperoleh gelar kesarjanaan dari Jurusan Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (FISIP UGM). Kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Essex, Inggris untuk meraih gelar Master of Arts on Human Rights Theory and Practice. Kiprahnya dalam upaya pemajuan dan penegakan HAM diawali dari perannya sebagai staf teknis di Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM sejak tahun 1995 s.d. 1999. Pada saat itu, ia bertanggung jawab mengembangkan pelatihan HAM melalui reformulasi manual, kurikulum, dan alat evaluasi. Selain itu, dia juga bertanggung jawab atas publikasi berbagai terbitan Komnas HAM.Tahun1999-2004, Roichatul Aswidah dipercaya untuk menjabat Kepala Biro dan Koordinator Staf Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM. 4 Laporan Tahunan Komnas HAM 2014

Select target paragraph3