Pendahuluan Ada berbagai metode pembelajaran daring. Salah satunya adalah pembelajaran daring yang dilakukan secara mandiri. Dalam pembelajaran mandiri, peserta harus bergerak sendiri-sendiri dan sepenuhnya mandiri tanpa adanya instruktur atau fasilitator. Peserta didik ditawari e-learning courseware (juga disebut pelatihan berbasis web yang biasanya dilengkapi dengan berbagai rujukan dan materi serta metode penilaian mandiri. Salah satu lembaga HAM yang telah menerapkan metode ini adalah amnesty internasional. Selain pembelajaran daring secara mandiri, pembelajaran dapat dilakukan dengan adanya instruktur/fasilitator atau campuran—blended learning. Yang dimaksud dengan pembelajaran campuran adalah menggabungkan berbagai waktu, metode, dan media pelatihan (misalnya teknologi, kegiatan, dan events pembelajaran) untuk membuat program pelatihan yang optimal untuk audiens tertentu. Istilah “campuran” berarti bahwa pelatihan yang dipimpin fasilitator digabungkan dengan belajar mandiri secara daring. Metode pembelajaran HAM daring banyak yang dapat digunakan. Namun demikian harus dipilih metode yang tepat untuk menyampaikan topik pembelajaran dan durasi waktu. Berikut ini adalah metode dalam pembelajaran daring dan kegiatan yang dilakukan serta perangkat media untuk mendukung metode2 : No Metode Kegiatan Perangkat Media 1. Kelas Virtual Meeting; Webinar Zoom, Jitsi Meet, Blue Jeans, G-Meet 2. Pengajaran langsung Ceramah; Demonstrasi; curah pendapat Zoom; Jamboard, Google Slides 3. Interaktif Diskusi kelompok Zoombreakout, G-Hangout, G-meet, G-Duo, Whatsapp Conference, Wheel of Names 2. Ibid., Manual Pelatihan untuk Petugas Pemasyarakatan “Pencegahan Penyiksaan & Standar Perlakuan bagi Warga Binaan, Atikah, 2021. xvi Pelatihan Hak atas Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi “Ekspresi Seni”

Select target paragraph3