secara berkelanjutan akan mengkhawatirkan. Selain itu, situasi fisik rumah tidak
mendukung untuk menerima kunjungan guru, misalnya rumah terlalu kecil.
Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, baik daring
maupun luring. OPD9 YPAC Jakarta menyampaikan bahwa guru tetap menjalankan proses
PJJ atau BDR dengan berbagai penyesuaian. Hal terpenting adalah anak harus
mendapatkan hak untuk belajar. Bagi yang memang mengalami kesulitan PJJ atau BDR,
sekolah tetap memberikan layanan pendidikan secara luring melalui home visit pada anakanak yang kondisi disabilitasnya tidak memungkinkan dilakukan PJJ atau BDR. Selain itu,
Pemerintah juga membuat program tayangan belajar di televisi dan kebijakan bantuan
pulsa dalam mendukung pembelajaran BDR bagi PDPD.
Selain itu, OPD4 Mitra Netra menyampaikan bahwa Mitra Netra menawarkan
layanan tambahan bagi anak tuna netra untuk penguatan pada aspek berhitung, yakni
dengan kursus sempoa. Skill itu lebih memudahkan mereka belajar matematika agar
terlatih berpikir kritis dan analitis. Yayasan Mitra Netra juga berinisiatif menyediakan
perpustakaan offline karena mempertimbangkan fasilitasi huruf braile yang harus dicetak.
Bagi yang membutuhkan dapat menghubungi Mitra Netra, lalu buku akan dikirim ke rumah
dengan biaya kirim yang ditanggung oleh keluarga. Akan tetapi, tidak semua keluarga
mampu mengakomodir biaya pengiriman karena buku braile berat, sehingga Mitra Netra
memberikan subsidi pengiriman bagi anak kurang mampu.
Untuk
mendukung
pembelajaran
daring
dan
meningkatkan
kemampuan
pengoperasian komputer, OPD8 YPAC Nasional menyampaikan bahwa YPAC Nasional
mengadakan pelatihan vokasional secara online maupun offline, seperti IT training (basic,
intermediate, advanced), pelatihan mengenai bagaimana beradaptasi dengan lingkungan
kantor atau menjadi karyawan, serta pelatihan start up plus agar PDPD dapat mandiri
mempromosikan produknya.
Analisis:
Kendala pembelajaran secara luring yang dialami adalah ketersediaan sumber daya yang
terbatas, ancaman keselamatan bagi para guru ketika melakukan kunjungan ke rumah
PDPD di daerah yang rawan Covid-19, serta situasi fisik rumah tidak mendukung untuk
menerima kunjungan guru. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala
62