usulan untuk mempermudah pembelajaran dengan adanya pendampingan oleh penerjemah bagi siswa tuli. Selain itu, terkait dengan pembelajaran daring ini OPD12 BUMI Setara menyampaikan pentingnya pemaparan literasi digital terkait kekerasan gender berbasis online (KBGO) karena berhubungan dengan kekerasan di dunia nyata sebagai alat pengancaman terkait seksualitas. Dipaparkan olehnya bahwa ada tipikal guru yang menginginkan hanya anak perempuan yang membuka kamera saat belajar daring, sedangkan yang laki-laki boleh tidak membuka kamera karena dianggap tidak penting. Analisis: • Terdapat setidaknya 6 (enam) aspek perubahan kebutuhan yang berkaitan dengan pembelajaran inklusif PDPD di masa pandemi Ini: aspek pembelajaran daring, sarana dan prasarana, dukungan sosial, dukungan kebijakan atau struktural, kesehatan mental, dan adaptasi kebiasaan baru. • Beberapa perwakilan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD) menyampaikan kebutuhan dan usulan strategi pembelajaran BDR bagi PDPD, yakni pemenuhan kebutuhan gawai untuk pembelajaran daring, penggunaan metode pembelajaran kombinasi daring dan luring, pemaparan literasi digital terkait kekerasan gender berbasis online (KBGO), penggunaan berbagai sarana dan prasarana daring untuk menunjang pembelajaran, penyesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, pendampingan bagi PDPD, layanan home visit, pemberdayaan orang tua, beserta layanan-layanan tambahan lainnya. C. Kendala Daring dan Upaya yang Dilakukan Secara umum, pada Kajian Terhadap Dukungan Bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas di Masa Pandemi COVID-19 menemukan berbagai kendala seputar penggunaan media sosial, kepemilikan gawai, paket data dan jaringan internet yang terbatas. 107 Lebih 106F lanjut, dari focus group discussion (FDG) yang dilaksanakan pada 31 Maret 2021, diperoleh temuan bahwa baik guru, orang tua/wali maupun PDPD mengalami berbagai kendala daring selama pembelajaran di masa pandemi Covid-19. 107 Ibid. 57

Select target paragraph3