Sumber: Booklet BPS 2013 dan Analisis & Penghitungan Tingkat Kemiskinan BPS 2008
Gambar 3. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Gambar 10. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
6,50
6,00
5,50
5,00
4,50
Trendline Pertumbuhan Ekonomi
4,00
2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
ber: Badan Pusat Statistik,Sumber:
2013 Badan Pusat Statistik, 2013
n tingginya ketimpangan
sosial ekonomi saat ini jelas bukan perkara ringan.
Kian tingginya ketimpangan sosial ekonomi saat ini jelas bukan
isnya, kondisi
ini
tidak
dipertimbangkan
serius
oleh MP3EI. MP3EI
teta
perkara ringan. Ironisnya, kondisisecara
ini tidak
dipertimbangkan
secara
nggunakan serius
paradigma
lama bahwa
ekonomi
hanyalah
oleh MP3EI.
MP3EI ketimpangan
tetap menggunakan
paradigma
lamadampak
dual dari proses
pertumbuhan
ekonomi.
ketimpangan
ekonomi
bahwa ketimpangan
ekonomi
hanyalah Artinya,
dampak residual
dari proses
andang sebagai
sesuatuekonomi.
yang tak
bisa ketimpangan
dihindari dalam
percepatan
pertumbuhan
Artinya,
ekonomiproses
dipandang
umbuhan sebagai
ekonomi.
Pertumbuhan
ek
onomi
yang
tinggi
nantinya
akan
sesuatu yang tak bisa dihindari dalam proses percepatan
nciptakan efek
menetes ekonomi.
ke bawah
( trickle ekonomi
down effect
. Karena
itu, akan
pembangunan
pertumbuhan
Pertumbuhan
yang)tinggi
nantinya
n tetap dianggap
berhasil
jika ekonomi
tumbuh
kendati
ketimpangan
menciptakan
efek menetes
ke bawah
(trickle down
effect).
Karena itu, sosial
nomi meningkat
sebagaimana
terlihat
pada
gambartumbuh
9 dankendati
10 di atas. Kedua
pembangunan
akan tetapyang
dianggap
berhasil
jika ekonomi
mbar tersebut
mengonfirmasi
bahwa
pertumbuhan
ekonomi
yangpada
meningkat
ketimpangan
sosial ekonomi
meningkat
sebagaimana
yang terlihat
uti dengan gambar
peningkatan
tren
ketimpangan
sosial
ekonomi
dari
tahun
2002
9 dan 10 diatas. Kedua gambar tersebut mengonfirmasi bahwa
pai 2012. Hal
ini jelas ekonomi
menunjukkan
bahwa diikuti
buah dengan
dari strategi
pembangunan
pertumbuhan
yang meningkat
peningkatan
tren
sosial
ekonomi.
erti MP3EI berupa
k
esenjangan
ketimpangan sosial ekonomi dari tahun 2002 sampai 2012. Hal ini jelas
menunjukkan bahwa buah dari strategi pembangunan seperti MP3EI
njutnya, dilihat
dari besarnya
nilai investasi yang dialokasikan untuk
berupa kesenjangan
sosial ekonomi.
ngurangi inefisiensi mobilitas, peningkatan pilihan dan kapabilitas kelompok
an, miskin, dan marjinal, MP3EI sebenarnya tidak memihak pada kelompok
ebut. Akibat dari kecenderungan seperti ini, MP3EI jelas tidak akan mengurangi
mpangan sosial ekonomi saat ini. Bahkan, angka ketimpangan sosial ekonomi
Kajian MP3EI dalam Perspektif Hak Asasi Manusia
74
antar ruang
diprediksi kian meningkat karena MP3EI pada kenyataannya
derung lebih memfa silitasi kepentingan bisnis seperti yang terlihat pada gambar