“When there are large changes in inequality (more generally a change in income distribution) gross domestic product (GDP) or any other aggregate computed per capita may not provide an accurate assessment of the situation in which most people find themselves. If inequality increases enough relative to the increase in average per capital GDP, most people can be worse off even though average income is increasing.” Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan definisi, target dan sasaran yang keliru, maka proyek-proyek MP3EI berpotensi menimbulkan biaya ekonomi, sosial, dan lingkungan yang tinggi. Implikasinya, alih-alih memperluas pembangunan ekonomi nasional, MP3EI justru akan kian memperburuk ketimpangan pembangunan, eksklusi sosial, dan kerusakan lingkungan. Dengan demikian, MP3EI pada akhirnya hanya akan menghasilkan kesimpulan yang keliru tentang kualitas pembangunan ekonomi. Lagipula, kinerja pertumbuhan ekonomi yang mentereng tidak selalu mencerminkan kualitas pembangunan suatu Negara. Pencapaian status negara industri maju tidak akan banyak artinya jika pencapaian status ini disertai berbagai efek sampingan yang negatif, seperti kemerosotan lingkungan hidup, terkurasnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, serta ketimpangan sosial ekonomi yang tajam yang mengandung benih-benih untuk ketidakstabilan politik dan sosial yang mengganggu pembangunan nasional dan keutuhan persatuan bangsa (Thee Kian Wie, 1994). Pengalaman di masa lalu juga menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak saja gagal untuk mengatasi persoalan sosial dan pergolakan politik, pertumbuhan ekonomi justru menjadi penyebab masalah sosial dan sumber pergolakan politik. Ironisnya, MP3EI tetap melihat pembangunan sebagai peningkatan pendapatan nasional yang 44 Kajian MP3EI dalam Perspektif Hak Asasi Manusia

Select target paragraph3