Dengan kata lain, pembangunan berbasis HAM merupakan
inovasi yang dibangun melalui proses sejarah yang panjang terkait
upaya untuk menciptakan praktik yang sepenuhnya menggabungkan
bidang HAM dan pembangunan. Harapannya adalah bahwa dengan
membangun masyarakat sipil, perubahan sosial akan lebih sadar konteks
dan dampaknya lebih bertahan lama. Pembangunan berbasis HAM
merestrukturisasi masalah dunia, ia membawa pandangan yang lebih
unik mengenai masalah dan tantangan global. Hal ini memungkinkan
munculnya ruang untuk pengeksplorasian dan pendefinisian ulang
konsep-konsep HAM dan pembangunan (Moore, 2013: 2-3; Hunter,
2012: 81).
Sehingga, kita harus memahami bahwa munculnya pembangunan
berbasis HAM baru-baru ini sebagai bagian dari permintaan yang
didorong oleh keprihatinan terhadap kemiskinan global yang
merendahkan kebebasan dan martabat manusia, dan juga sebagai masalah
ketidakadilan. Tidak seperti analisis ekonomi mengenai kemiskinan
yang menekankan kinerja ekonomi yang buruk, kurangnya sumber
daya atau kebijakan yang tidak memadai sebagai penyebab kemiskinan
negara, Pembangunan berbasis HAM menekankan adanya upaya yang
terstruktur dan sistematis dalam mengurangi ketimpangan distribusi
kekuasaan dan kekayaan dalam dan antar negara (Fukuda-Parr, 2007).
B.
Nilai Tambah Pendekatan Pembangunan
Berbasis HAM
Konsep pembangunan berbasis HAM berbeda dengan konsep
pembangunan berbasis kebutuhan. Dalam pendekatan berbasis
kebutuhan, strategi, kebijakan, dan program pembangunan lebih
ditujukan pada memberi dan menyediakan pelayanan untuk kebutuhan
dasar. Dengan demikian, masyarakat ditempatkan sebagai penerima
“bantuan” dan Negara sebagai pemberi “bantuan”. Dengan kata lain,
strategi pembangunan dalam konteks pembangunan berbasis kebutuhan
Konsep Pembangunan Berbasis HAM
19