A. Perkembangan Pemikiran Pembangunan
Berbasis HAM
P
embangunan berbasis HAM, baik teori maupun praktik,
merupakan salah satu pencapaian terpenting dalam
perjuangan mempertahankan universalitas HAM.
Terdapat sejarah panjang dalam mempromosikannya.
Kita bisa menelusuri sejarah perkembangan konsep dan agenda
kebijakan pembangunan berbasis HAM pada dinamika yang terjadi di
akhir tahun 1990-an, yaitu ketika para ilmuwan dan aktivis HAM mulai
fokus pada kemiskinan global. Mereka khawatir bahwa tatanan global
yang berkembang tidak cukup melindungi, dan memenuhi HAM, sehingga
mereka mulai mengkaji secara serius HAM agar bisa menjadi pusat bagi
tujuan dan sarana proses pembangunan. Konteks inilah yang mendasari
lahirnya pembangunan berbasis HAM, yang intinya yaitu nilai-nilai dan
standar universal HAM harus mendasari pembangunan, baik proses
maupun hasilnya. Sehingga, substansi dari tujuan mulia pembangunan
yang hakiki dapat terwujud secara manusiawi melalui pendekatan ini.
Perhatian terhadap pembangunan berbasis HAM ini sebenarnya
sudah tumbuh sejak akhir Perang Dingin, yang kemudian membuka
jalan bagi komunitas HAM di Barat untuk lebih memperhatikan hak-hak
ekonomi dan sosial (Ferguson, 2011: 2; Fukuda-Parr, 2007). Pertumbuhan
pesat gerakan civil society di seluruh dunia dan jaringan global mereka
selama ini juga merupakan faktor utama meningkatnya perhatian
terhadap HAM. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikut organisasiorganisasi maupun beberapa tokohnya memiliki peran besar dalam
Konsep Pembangunan Berbasis HAM
17